Bab Kebencian Mengobati dengan Obat yang Dituangkan
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ سُفْيَانَ، حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ أَبِي، عَائِشَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ لَدَدْنَا رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي مَرَضِهِ فَأَشَارَ أَنْ لاَ تَلُدُّونِي . فَقُلْنَا كَرَاهِيَةُ الْمَرِيضِ لِلدَّوَاءِ . فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ " لاَ يَبْقَى أَحَدٌ مِنْكُمْ إِلاَّ لُدَّ غَيْرُ الْعَبَّاسِ فَإِنَّهُ لَمْ يَشْهَدْكُمْ " .
Aisyah melaporkan: Kami (berniat untuk) menuangkan obat ke mulut Rasulullah (ﷺ) dalam sakitnya, tetapi ia menunjukkan (dengan isyarat tangannya) bahwa itu tidak boleh dituangkan ke mulutnya tanpa kehendaknya. Kami berkata: (Mungkin karena) kebencian pasien terhadap obat. Ketika ia sembuh, ia berkata: Obat harus dituangkan ke mulut setiap orang dari kalian kecuali Ibn 'Abbas, karena ia tidak hadir di antara kalian.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
