Penjelasan Hadits Muslim No. 2165 tentang Larangan memulai salam kepada ahli kitab dan cara menjawabnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab mulia: kita tidak memulai salam kepada Ahli Kitab, dan jika mereka mengucapkan salam yang buruk (seperti "as-Sām 'alaikum" yang berarti kematian atas kalian), kita cukup menjawab "wa 'alaikum" (dan atas kalian juga). Nabi ﷺ menegur Aisyah رضي الله عنها dengan lembut karena beliau mencintai kelemahlembutan dalam segala hal, dan beliau sendiri sudah menjawab dengan jawaban yang adil tanpa melampaui batas.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — Shahih Muslim no. 2165, Kitab As-Salam, dari Aisyah رضي الله عنها:

> اسْتَأْذَنَ رَهْطٌ مِنَ الْيَهُودِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكُمْ ۖ فَقَالَتْ عَائِشَةُ بَلْ عَلَيْكُمُ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ ۖ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ ۖ قَالَتْ أَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا ۖ قَالَ: قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ

Terjemahan: Sekelompok Yahudi meminta izin kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata "As-Sām 'alaikum". Aisyah menjawab: "Bahkan atas kalian kematian dan laknat." Rasulullah ﷺ bersabda: "Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai kelemahlembutan dalam segala urusan." Aisyah berkata: "Tidakkah engkau dengar apa yang mereka katakan?" Beliau bersabda: "Aku telah mengatakan: wa 'alaikum (dan atas kalian)."

Ayat Al-Qur'an yang relevan — QS. An-Nisā' [4]: 86:

> وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Terjemahan: "Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu."

Hadits pendukung — Shahih Muslim, dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

> لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ

Terjemahan: "Janganlah kalian memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani."

Kaitan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bab ini secara panjang, dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas adab salam terhadap Ahli Kitab. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zād al-Ma'ād menyebutkan bahwa menjawab "wa 'alaikum" adalah bentuk keadilan tanpa doa keburukan tambahan.

Penjelasan Rinci

Makna "As-Sām 'alaikum": Orang Yahudi itu bermain kata. Mereka mengucapkan "as-Sām" (kematian) bukan "as-Salām" (keselamatan). Ini adalah bentuk tipu daya lisan — mereka berpura-pura memberi salam padahal mendoakan keburukan. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa inilah sebabnya Nabi ﷺ melarang memulai salam kepada mereka, karena mereka menyalahgunakan salam.

Sikap Nabi ﷺ: Beliau tidak membalas dengan laknat, tidak marah, dan tidak membiarkan. Beliau menjawab dengan "wa 'alaikum" — artinya "dan atas kalian juga" — yaitu doa yang sama kembali kepada mereka tanpa menambah laknat. Ini adalah puncak keadilan dan kelemahlembutan. Ibn Qayyim menyebutkan bahwa menjawab dengan "wa 'alaikum" sudah cukup, dan tidak boleh menambah "as-Sām" secara sengaja karena itu melampaui batas.

Teguran kepada Aisyah رضي الله عنها: Aisyah menjawab dengan "bal 'alaikumus-sām wal-la'nah" (bahkan atas kalian kematian dan laknat). Ini keluar dari kecemburuan dan pembelaan beliau terhadap Nabi ﷺ — dan Aisyah adalah wanita yang sangat mencintai Nabi ﷺ. Namun Nabi ﷺ mengingatkan bahwa Allah mencintai ar-rifq (kelemahlembutan) dalam segala urusan. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa teguran ini bukan karena Aisyah berdosa, tetapi sebagai pengajaran adab: jangan membalas keburukan dengan keburukan yang lebih besar, cukup balas dengan yang setara.

Perbedaan pendapat ulama daftar: Sebagian ulama seperti Ibn Taymiyyah dalam Iqtidhā' ash-Shirāth al-Mustaqīm menegaskan larangan memulai salam kepada Ahli Kitab adalah larangan tegas. Adapun menjawab salam mereka, jumhur ulama dari daftar (an-Nawawi, Ibnu Hajar) sepakat cukup dengan "wa 'alaikum". Tidak ada perbedaan yang signifikan di antara ulama daftar dalam masalah ini.

Hikmah: Islam mengajarkan kita menjaga lisan, tidak memulai keburukan, dan membalas dengan cara yang paling ringan. Ini bukan kelemahan, tetapi kekuatan akhlak. Allah mencintai kelemahlembutan karena ia mencegah permusuhan dan menjaga hati.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa suatu ketika Aisyah رضي الله عنها mendengar orang Yahudi mengucapkan "as-Sām 'alaikum" kepada Nabi ﷺ. Spontan Aisyah membalas dengan laknat. Nabi ﷺ tersenyum dan menegur dengan lembut: "Wahai Aisyah, Allah mencintai kelemahlembutan dalam segala urusan." Aisyah kemudian bertanya: "Tidakkah engkau dengar apa yang mereka katakan?" Nabi ﷺ menjawab: "Aku sudah menjawab: wa 'alaikum."

Hikmahnya: Nabi ﷺ tidak membiarkan keburukan menimpa dirinya, tetapi beliau juga tidak membalas dengan keburukan yang lebih besar. Beliau mengajarkan bahwa kekuatan sejati adalah kemampuan menahan diri dan membalas dengan adil. Aisyah رضي الله عنها belajar dari teguran ini, dan beliau adalah wanita yang paling memahami adab Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan memulai salam kepada Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) berdasarkan hadits Abu Hurairah dalam Shahih Muslim.
  2. Jika mereka mengucapkan salam, jawablah dengan "wa 'alaikum" — tidak perlu menambah laknat atau keburukan.
  3. Jangan membalas keburukan dengan keburukan yang lebih besar; balaslah dengan yang setara atau lebih baik, sebagaimana QS. An-Nisā' [4]: 86.
  4. Latih kelemahlembutan dalam segala urusan, karena Allah mencintai ar-rifq.
  5. Jaga lisan dari laknat dan doa keburukan, terutama kepada orang yang belum jelas keadaannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?