Penjelasan Hadits Muslim No. 2164 tentang Larangan mendahului salam kepada Yahudi dan cara menjawabnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang adab berinteraksi dengan non-Muslim, khususnya Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Ketika mereka memberi salam dengan lafazh yang menyimpang, yaitu "As-Samu 'Alaikum" (artinya: kematian atas kalian), maka kita diperintahkan untuk menjawabnya dengan singkat, yaitu "Wa 'Alaika" (dan atasmu juga). Ini adalah bentuk keadilan dan ketegasan dalam Islam, tanpa harus bersikap kasar atau berlebihan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab As-Salam, Bab Larangan Mengawali Salam kepada Ahli Kitab dan Cara Menjawabnya, nomor 2164, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ حُجْرٍ - وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى بْنِ يَحْيَى - قَالَ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا وَقَالَ الآخَرُونَ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِنَّ الْيَهُودَ إِذَا سَلَّمُوا عَلَيْكُمْ يَقُولُ أَحَدُهُمُ السَّامُ عَلَيْكُمْ فَقُلْ عَلَيْكَ "

Makna hadits: Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya orang-orang Yahudi jika memberi salam kepada kalian, salah seorang dari mereka mengatakan 'As-Samu 'Alaikum' (kematian atas kalian), maka jawablah dengan 'Alaika' (atasmu juga)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha, dengan lafazh yang serupa.

Ayat yang terkait dengan keadilan dalam menjawab salam adalah firman Allah ﷻ:

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ

"Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang sepadan." (QS. An-Nisa' [4]: 86)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Larangan Mendahului Non-Muslim dengan Salam

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar dan Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa kaum muslimin dilarang memulai salam kepada Ahli Kitab. Ini berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lainnya. Namun jika mereka yang memulai salam, maka kita wajib menjawabnya.

2. Makna "As-Samu 'Alaikum"

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi di zaman Nabi ﷺ sering memelintir lafazh salam. Mereka mengucapkan "As-Samu 'Alaikum" yang artinya "kematian atas kalian", bukan "Assalamu 'Alaikum" yang artinya "keselamatan atas kalian". Ini adalah bentuk kebencian dan doa buruk mereka terhadap kaum muslimin.

3. Cara Menjawab yang Diajarkan Nabi ﷺ

Nabi ﷺ mengajarkan untuk menjawab dengan singkat: "Wa 'Alaika" (dan atasmu juga). Ini adalah bentuk keadilan, karena Allah ﷻ berfirman agar kita membalas penghormatan dengan yang sepadan. Jika mereka mendoakan keburukan, maka kita balas dengan doa yang sama tanpa berlebihan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa jawaban yang paling utama adalah "Wa 'Alaika" saja, tidak ditambah dengan "wa rahmatullahi wa barakatuh". Karena menambahkan doa kebaikan kepada mereka yang justru mendoakan keburukan adalah tindakan yang tidak proporsional.

4. Hikmah di Balik Jawaban Tersebut

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa jawaban "Wa 'Alaika" mengandung makna: "Doa burukmu akan kembali kepadamu, dan engkau pun akan mendapatkan apa yang engkau doakan untuk kami." Ini adalah bentuk pembelaan diri yang tegas namun tetap dalam koridor adab.

5. Apakah Berlaku untuk Semua Non-Muslim?

Mayoritas ulama dari kalangan mazhab Syafi'i, Hanbali, dan lainnya menyatakan bahwa hukum ini berlaku umum untuk semua non-Muslim yang memelintir lafazh salam. Namun jika mereka mengucapkan salam dengan benar, maka kita boleh menjawab dengan "Wa 'Alaikum" atau dengan jawaban yang lebih lengkap, karena Allah memerintahkan untuk membalas penghormatan dengan yang setara.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha. Suatu ketika sekelompok orang Yahudi datang menemui Nabi ﷺ dan mengucapkan, "As-Samu 'Alaikum" (kematian atas kalian). Maka Aisyah yang mendengar ucapan itu langsung menjawab dengan tegas, "Wa 'Alaikumus-sam wal-la'nah" (Dan atas kalian juga kematian dan laknat).

Maka Nabi ﷺ menegur Aisyah dengan lembut, "Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala urusan." Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mendengar apa yang mereka ucapkan?" Nabi ﷺ menjawab, "Aku telah menjawabnya dengan 'Wa 'Alaikum' (dan atas kalian juga)."

Dari kisah ini, para ulama mengambil pelajaran bahwa meskipun kita boleh membalas, kita tetap harus menjaga adab dan tidak berlebihan. Jawaban yang diajarkan Nabi ﷺ sudah cukup dan tepat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan memulai salam kepada non-Muslim. Jika mereka memulai, maka jawablah dengan baik.
  2. Jika mereka mengucapkan salam dengan benar, jawablah dengan "Wa 'Alaikum" atau yang setara.
  3. Jika mereka memelintir lafazh salam seperti "As-Samu 'Alaikum", maka jawablah dengan "Wa 'Alaika" saja, tanpa menambah doa kebaikan.
  4. Tetap jaga adab dan kelembutan dalam menjawab, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ kepada Aisyah.
  5. Pahami konteksnya: Ini bukan ajaran untuk membenci non-Muslim secara membabi buta, tetapi bentuk keadilan dan ketegasan dalam menjaga identitas serta doa-doa kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?