Bab Disunnahkan Menyusui Bayi Saat Kelahiran dan Membawanya kepada yang Baik untuk Dihisapkan dan Diperbolehkannya Menamakan Pada Hari Kelahiran dan Disunnahkan Menamakan dengan Abdullah dan Ibrahim serta Nama-nama Para Nabi AS
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى أَبُو صَالِحٍ، حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ، - يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ - أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، حَدَّثَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنَّهُمَا قَالاَ خَرَجَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ أَبِي بَكْرٍ حِينَ هَاجَرَتْ وَهِيَ حُبْلَى بِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ فَقَدِمَتْ قُبَاءً فَنُفِسَتْ بِعَبْدِ اللَّهِ بِقُبَاءٍ ثُمَّ خَرَجَتْ حِينَ نُفِسَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِيُحَنِّكَهُ فَأَخَذَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْهَا فَوَضَعَهُ فِي حَجْرِهِ ثُمَّ دَعَا بِتَمْرَةٍ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَمَكَثْنَا سَاعَةً نَلْتَمِسُهَا قَبْلَ أَنْ نَجِدَهَا فَمَضَغَهَا ثُمَّ بَصَقَهَا فِي فِيهِ فَإِنَّ أَوَّلَ شَىْءٍ دَخَلَ بَطْنَهُ لَرِيقُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَتْ أَسْمَاءُ ثُمَّ مَسَحَهُ وَصَلَّى عَلَيْهِ وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللَّهِ ثُمَّ جَاءَ وَهُوَ ابْنُ سَبْعِ سِنِينَ أَوْ ثَمَانٍ لِيُبَايِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَمَرَهُ بِذَلِكَ الزُّبَيْرُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حِينَ رَآهُ مُقْبِلاً إِلَيْهِ ثُمَّ بَايَعَهُ .
'Urwah bin Zubair dan Fatimah binti Al-Mundzir binti Zubair melaporkan bahwa Asma' binti Abu Bakr pada saat hijrah sedang hamil dengan Abdullah bin Zubair (dalam kandungannya). Dia datang ke Quba' dan melahirkan Abdullah di tempat itu dan kemudian mengirimnya kepada Rasulullah (ﷺ) agar dia menggosokkan langit-langitnya dengan kurma yang sudah dikunyah. Rasulullah (ﷺ) mengambilnya (anak itu) dan meletakkannya di pangkuannya dan kemudian meminta kurma. Aisyah berkata: Beberapa waktu dihabiskan sebelum kami dapat menemukannya. Dia (Nabi) mengunyahnya dan kemudian memasukkan air liurnya ke dalam mulutnya. Hal pertama yang masuk ke dalam perutnya adalah air liur Rasulullah (ﷺ). Asma' berkata: Dia kemudian menggosoknya dan memberkatinya dan memberinya nama Abdullah. Dia (Abdullah) datang kepada beliau (Rasulullah) ketika dia telah mencapai usia tujuh atau delapan tahun untuk memberikan bai'at kepada Rasulullah (ﷺ) sebagaimana Zubair memerintahkannya. Rasulullah (ﷺ) tersenyum ketika melihatnya datang kepadanya dan kemudian menerima bai'atnya.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
