Penjelasan Hadits Muslim No. 2097 tentang Adab memakai dan melepas sandal

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab sederhana namun penuh hikmah: ketika memakai sandal, mulailah dari kaki kanan; ketika melepas, mulailah dari kaki kiri. Jangan berjalan dengan satu sandal saja — pakailah keduanya atau lepaskan keduanya. Ini bagian dari keindahan Islam yang memperhatikan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — Shahih Muslim, Kitab Pakaian dan Perhiasan, no. 2097, dari Abu Hurairah رضي الله عنه:

إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا

"Jika salah seorang dari kalian memakai sandal, hendaklah ia memulai dengan kaki kanan; dan jika melepas, hendaklah ia memulai dengan kaki kiri. Hendaklah ia memakai keduanya atau melepas keduanya."

Ayat terkait — QS. Al-A'raf [7]: 31:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Wahai anak-anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Hadits pendukung — Shahih Muslim, dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدٍ لِيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا

"Janganlah salah seorang dari kalian berjalan dengan satu sandal; hendaklah ia memakai keduanya atau melepas keduanya."

Kaitan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bab ini secara khusus dan menyebutkan bahwa memulai dengan kanan adalah kaidah umum dalam hal-hal yang bersifat memuliakan (tazyin), sedangkan memulai dengan kiri adalah kaidah umum dalam hal-hal yang bersifat membersihkan atau melepas (takhalluf). Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan kaidah yang sama: "Al-yumnā li kulli mā huwa min bāb al-takrīm, wa al-yusrā li kulli mā huwa min bāb al-takhfīf aw al-izālah."

Penjelasan Rinci

1. Kaidah umum: kanan untuk memuliakan, kiri untuk melepas/membersihkan

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa syariat menganjurkan memulai dengan kanan pada setiap perkara yang mengandung unsur pemuliaan (memakai pakaian, sandal, bersiwak, masuk masjid, bersuci anggota wudhu yang mulia) dan memulai dengan kiri pada perkara yang mengandung unsur pelepasan atau hal yang kurang mulia (melepas sandal, keluar dari masjid, membersihkan hidung, istinja'). Ini adalah kaidah yang beliau rangkum dari banyak hadits shahih.

2. Larangan berjalan dengan satu sandal

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa larangan ini mengandung dua hikmah:

  • Hikmah syar'i: Menjaga keseimbangan dan keindahan penampilan, karena berjalan dengan satu sandal menyerupai orang yang pincang atau tidak seimbang, dan bisa jadi bentuk tasyabbuh yang tidak pantas.
  • Hikmah akhlak: Menghindari penampilan yang aneh atau mengundang perhatian orang lain tanpa kebutuhan.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan keseimbangan dalam penampilan, dan beliau membenci penampilan yang tidak wajar (syadz) yang menarik perhatian orang.

3. Perbedaan pendapat ulama daftar

  • Jumhur (mayoritas): Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, Ibn Rajab — hukumnya sunnah (mustahab), bukan wajib. Memulai dengan kanan adalah anjuran, dan berjalan dengan satu sandal adalah makruh, bukan haram.
  • Sebagian ulama zhahir: Ada yang memahami larangan "jangan berjalan dengan satu sandal" sebagai larangan yang lebih tegas, namun tetap tidak sampai derajat haram karena ada qarinah (indikasi) lain.

Yang paling kuat: Pendapat jumhur — sunnah memulai dengan kanan, dan makruh berjalan dengan satu sandal. Ini yang dipilih oleh an-Nawawi dan Ibnu Hajar.

4. Hikmah mendalam

Ibn Qayyim menjelaskan bahwa syariat dalam hal-hal kecil seperti ini melatih seorang Muslim untuk:

  • Konsisten dalam mengikuti sunnah, sekecil apa pun.
  • Menjaga keindahan dan keseimbangan penampilan.
  • Melatih diri untuk selalu memulai dari yang baik (kanan) dan meninggalkan yang kurang baik (kiri) — sebuah latihan spiritual yang berdampak pada akhlak.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa suatu ketika Nabi ﷺ melihat seorang sahabat berjalan dengan satu sandal. Beliau langsung menegurnya dengan lembut dan mengajarkan agar memakai keduanya atau melepas keduanya. Sahabat itu pun segera mengikuti petunjuk Nabi ﷺ.

Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa para salaf sangat memperhatikan adab ini. Abdullah bin al-Mubarak — seorang ulama besar tabi'ut tabi'in — dikenal sangat teliti dalam mengamalkan sunnah-sunnah kecil, termasuk dalam hal memakai dan melepas sandal. Beliau berkata bahwa sunnah-sunnah kecil adalah pintu masuk untuk mencintai sunnah-sunnah besar.

Hikmahnya: kesungguhan dalam hal kecil mencerminkan kesungguhan hati dalam mengikuti Rasulullah ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Memakai sandal: Mulai dari kaki kanan, lalu kaki kiri.
  2. Melepas sandal: Mulai dari kaki kiri, lalu kaki kanan.
  3. Jangan berjalan dengan satu sandal — pakailah keduanya atau lepaskan keduanya, kecuali ada udzur (misalnya sakit atau cedera pada salah satu kaki).
  4. Latih diri untuk mengamalkan sunnah-sunnah kecil ini, karena ia membentuk karakter seorang Muslim yang teliti dan mencintai sunnah.
  5. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak adab sederhana ini sejak dini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?