Shahih Muslim · Kitab Pakaian dan Perhiasan · No. 2090

Bab Mengharamkan Cincin Emas bagi Pria dan Pembatalan Apa yang Dihalalkan di Awal Islam

Shahih

وَفِي حَدِيثِ ابْنِ الْمُثَنَّى قَالَ سَمِعْتُ النَّضْرَ بْنَ أَنَسٍ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلٍ التَّمِيمِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ كُرَيْبٍ، مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ رَأَى خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فِي يَدِ رَجُلٍ فَنَزَعَهُ فَطَرَحَهُ وَقَالَ " يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَجْعَلُهَا فِي يَدِهِ " . فَقِيلَ لِلرَّجُلِ بَعْدَ مَا ذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ خُذْ خَاتَمَكَ انْتَفِعْ بِهِ . قَالَ لاَ وَاللَّهِ لاَ آخُذُهُ أَبَدًا وَقَدْ طَرَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ .

wafi haditsi abni almutsanna qala samitu annadhra ibna anasin, haddatsani muhammadu ibnu sahlin attamimiyyu, haddatsana abnu abi maryama, akhbarani muhammadu ibnu jafarin, akhbarani ibrahimu ibnu uqbaha, an kuraybin, mawla abni abbasin an abdi allahi ibni abbasin, anna rasula allahi raa khataman min dzahabin fi yadi rajulin fanazaahu fatharahahu waqala " yamidu ahadukum ila jamrahin min narin fayajaluha fi yadihi ". faqila lilrrajuli bada ma dzahaba rasulu allahi khudz khatamaka antafi bihi. qala la waallahi la akhudzuhu abadan waqad tharahahu rasulu allahi.

Dalam hadits Ibn al-Muthanna, dia berkata: "Saya mendengar An-Nadr bin Anas, telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Sahl at-Tamimi, telah menceritakan kepada kami Ibn Abi Maryam, telah memberitahukan kepada saya Muhammad bin Ja'far, telah memberitahukan kepada saya Ibrahim bin 'Uqbah, dari Kuraib, Mawla Ibn Abbas dari Abdullah bin Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ melihat sebuah cincin dari emas di tangan seorang pria, lalu beliau mencabutnya dan melemparkannya sambil berkata: "Salah satu di antara kalian menginginkan bara api dari neraka dan meletakkannya di tangannya." Setelah Rasulullah ﷺ pergi, dikatakan kepada pria itu: "Ambil cincinmu (emas) dan manfaatkanlah." Dia berkata: "Tidak, demi Allah, saya tidak akan mengambilnya selamanya setelah Rasulullah ﷺ melemparkannya."

Penjelasan