Bab tentang Orang Beriman Makan dalam Satu Usus dan Orang Kafir Makan dalam Tujuh Usus
Shahih
wahaddatsani muhammadu ibnu rafiin, haddatsana ishaqu ibnu isa, akhbarana malikun, an suhayli ibni, abi shalihin an abihi, an abi hurayraha, anna rasula allahi dhafahu dhayfun wahuwa kafirun faamara lahu rasulu allahi bisyahin fahulibat fasyariba hilabaha tsumma ukhra fasyaribahu tsumma ukhra fasyaribahu hatta syariba hilaba sabi syiyahin tsumma innahu ashbaha faaslama faamara lahu rasulu allahi bisyahin fasyariba hilabaha tsumma amara biukhra falam yastatimmaha faqala rasulu allahi " almuminu yasyrabu fi mian wahidin waalkafiru yasyrabu fi sabahi amain ".
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ mengundang seorang non-Muslim. Rasulullah ﷺ memerintahkan agar seekor kambing diperah untuknya. Kambing itu diperah dan dia meminum susunya. Kemudian kambing kedua diperah dan dia meminum susunya, dan kemudian kambing ketiga diperah dan dia meminum susunya, hingga dia meminum susu dari tujuh kambing. Pada pagi harinya, dia memeluk Islam. Dan Rasulullah ﷺ memerintahkan agar seekor kambing diperah untuknya dan dia meminum susunya dan kemudian kambing lain diperah tetapi dia tidak menyelesaikannya, di mana Rasulullah ﷺ berkata: Seorang mukmin minum dalam satu usus sedangkan seorang kafir minum dalam tujuh usus.