Bab Larangan Mencampur Kurma dan Anggur
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ، سَمِعْتُ عَطَاءَ بْنَ أَبِي رَبَاحٍ، حَدَّثَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيُّ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ يُخْلَطَ الزَّبِيبُ وَالتَّمْرُ وَالْبُسْرُ وَالتَّمْرُ .
Telah menceritakan kepada kami Shaiban bin Farukh, telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim, aku mendengar Atha' bin Abu Rabah, telah menceritakan kepada kami Jabir bin Abdullah al-Ansari, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melarang mencampur anggur dan kurma, serta kurma basah dan kurma kering.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
