Penjelasan Hadits Muslim No. 1967 tentang Adab kurban: menyembelih sendiri dengan pisau tajam dan doa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan tuntunan Nabi ﷺ dalam berkurban: memilih hewan terbaik, menyembelihnya sendiri, menajamkan pisau sebelum menyembelih, membaringkan hewan dengan lembut, membaca basmalah, dan berdoa agar kurban diterima untuk beliau, keluarganya, dan seluruh umatnya. Ini adalah pelajaran adab dan keikhlasan dalam beribadah, bahwa kurban bukan sekadar menyembelih, tetapi mengharap penerimaan Allah ﷻ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Adhahi (Kurban), Bab "Disunnahkan untuk Mengorbankan dan Menyembelihnya Secara Langsung Tanpa Perwakilan dan Menyebut Nama serta Takbir" (no. 1967). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman:

> وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

"Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa binatang ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS. Al-Hajj [22]: 34)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama kurban adalah menyebut nama Allah dan berserah diri kepada-Nya, bukan sekadar ritual penyembelihan.

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya orang yang berkurban untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya, dan boleh mewakilkan jika ada uzur. Beliau juga menjelaskan bahwa doa "Allahumma taqabbal min Muhammad..." adalah bentuk pengajaran agar kita berdoa memohon diterimanya amal ibadah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Memilih Hewan Kurban Terbaik

Nabi ﷺ meminta domba yang memiliki ciri khusus: "yathau fi sawad, wa yabruku fi sawad, wa yanzhuru fi sawad" — kakinya hitam, perutnya hitam, dan sekeliling matanya hitam. Ini menunjukkan bahwa beliau memilih hewan yang paling baik dan sempurna untuk kurban. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pengagungan syiar Allah, karena Allah menyukai yang terbaik dari hamba-Nya.

2. Menyembelih Sendiri

Nabi ﷺ menyembelih sendiri kurbannya, tidak mewakilkan kepada orang lain. Ini menunjukkan keutamaan melaksanakan ibadah secara langsung, karena ada kehadiran hati dan keikhlasan yang lebih sempurna. Imam Asy-Syafi'i dan jumhur ulama berpendapat bahwa menyembelih sendiri adalah sunnah bagi yang mampu, dan boleh mewakilkan bagi yang memiliki uzur.

3. Menajamkan Pisau Sebelum Menyembelih

Nabi ﷺ meminta Aisyah untuk menajamkan pisau dengan batu. Ini adalah pelajaran tentang ihsan (keindahan) dalam menyembelih. Rasulullah ﷺ bersabda:

> إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

"Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan (berbuat baik) dalam segala hal. Jika kalian membunuh, maka perbaikilah caranya, dan jika kalian menyembelih, maka perbaikilah penyembelihannya. Hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya." (HR. Muslim no. 1955)

Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa menajamkan pisau termasuk bagian dari ihsan, dan ini dilakukan di hadapan hewan agar tidak menyiksanya.

4. Membaringkan Hewan dengan Lembut

Nabi ﷺ membaringkan domba tersebut dengan tenang sebelum menyembelih. Ini menunjukkan adab yang tinggi terhadap hewan — tidak menyiksanya, tidak menajamkan pisau di hadapannya, dan menyembelih dengan cepat agar hewan tidak tersiksa.

5. Membaca Basmalah dan Berdoa

Nabi ﷺ membaca "Bismillah, Allahumma taqabbal min Muhammadin wa aali Muhammadin wa min ummati Muhammadin" — dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad. Ini menunjukkan bahwa kurban adalah ibadah yang mengharap penerimaan Allah, bukan sekadar tradisi. Doa ini juga mengajarkan keikhlasan dan kecintaan kepada umat.

Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa doa ini adalah bentuk pengajaran agar kita memohon kepada Allah agar menerima amal kita, karena penerimaan amal adalah perkara yang sangat penting — amal yang tidak diterima tidak akan bermanfaat di akhirat.

6. Hikmah Kurban

Kurban mengajarkan pengorbanan, ketaatan, dan kedekatan kepada Allah. Ini mengikuti jejak Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang diperintahkan menyembelih putranya, lalu ditebus dengan sembelihan yang besar. Allah ﷻ berfirman:

> لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj [22]: 37)

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha menajamkan pisau atas perintah Nabi ﷺ, beliau melakukannya dengan penuh ketaatan. Kemudian Nabi ﷺ mengambil pisau itu dan domba tersebut, membaringkannya dengan lembut, lalu menyembelihnya sambil membaca basmalah dan berdoa.

Perhatikan bagaimana Nabi ﷺ mengajarkan kita adab yang sempurna: beliau tidak menyuruh Aisyah menyembelih, tetapi beliau sendiri yang melakukannya. Beliau juga tidak langsung menyembelih sebelum pisau tajam, agar hewan tidak tersiksa. Dan yang paling penting, beliau berdoa agar kurban diterima — bukan untuk dirinya sendiri saja, tetapi juga untuk seluruh umatnya.

Ini adalah cinta Nabi ﷺ kepada umatnya. Dalam setiap ibadah, beliau selalu menyertakan umatnya dalam doa. Maka kita pun seharusnya meneladani beliau — beribadah dengan ikhlas, sempurna, dan mendoakan kebaikan untuk sesama muslim.

Kesimpulan Praktis

  1. Pilih hewan kurban yang terbaik — sehat, gemuk, dan sempurna fisiknya, karena ini bentuk pengagungan syiar Allah.
  2. Sembelih sendiri jika mampu — karena ini lebih utama dan lebih menghadirkan keikhlasan; jika tidak mampu, boleh mewakilkan.
  3. Tajamkan pisau sebelum menyembelih dan jangan menajamkannya di hadapan hewan.
  4. Baringkan hewan dengan lembut dan sembelih dengan cepat agar tidak tersiksa.
  5. Baca basmalah dan berdoa agar kurban diterima Allah, misalnya dengan doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
  6. Niatkan kurban karena Allah, bukan karena riya atau tradisi semata, dan sertakan doa untuk keluarga serta umat Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?