Bab Keutamaan Memanah dan Anjuran untuk Melakukannya serta Celaan bagi yang Mengetahuinya tetapi Melupakan
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu rumhi ibni almuhajiri, akhbarana allaytsu, ani alharitsi ibni yaquba, an abdi arrahmani ibni syamasaha, anna fuqayman allakhmiyya, qala liuqbaha ibni amirin takhtalifu bayna hadzayni algharadhayni waanta kabirun yasyuqqu alayka. qala uqbahu lawla kalamun samituhu min rasuli allahi lam uanihi. qala alharitsu faqultu libni syumasaha wama dzaka qala innahu qala " man alima arrama tsumma tarakahu falaysa minna aw qad asha ".
Dari Abdul Rahman bin Shamasa bahwa Fuqaim Al-Lakhmi berkata kepada Uqba bin Amir: "Kau sering berpindah antara dua sasaran ini dan kau sudah tua, jadi itu akan sangat sulit bagimu." Uqba berkata: "Seandainya bukan karena sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ, aku tidak akan memaksakan diri." Harith berkata: "Aku bertanya kepada Ibn Shamasa: Apa itu?" Dia berkata bahwa dia (Nabi) bersabda: "Siapa yang belajar memanah kemudian meninggalkannya, maka dia bukan dari kami atau dia telah berdosa."