Bab Barangsiapa yang Dibunuh di Jalan Allah, Dosa-dosanya Akan Dihapus Kecuali Utang
Shahih
haddatsana qutaybahu ibnu saidin, haddatsana laytsun, an saidi ibni abi saidin, an abdi allahi ibni abi, qatadaha an abi qatadaha, annahu samiahu yuhadditsu, an rasuli allahi annahu qama fihim fadzakara lahum " anna aljihada fi sabili allahi waalimana biallahi afdhalu alamali ". faqama rajulun faqala ya rasula allahi araayta in qutiltu fi sabili allahi tukaffaru anni khathayaa faqala lahu rasulu allahi " naam in qutilta fi sabili allahi waanta shabirun muhtasibun muqbilun ghayru mudbirin ". tsumma qala rasulu allahi " kayfa qulta ". qala araayta in qutiltu fi sabili allahi atukaffaru anni khathayaa faqala rasulu allahi " naam waanta shabirun muhtasibun muqbilun ghayru mudbirin ila addayna fainna jibrila alayhi assalamu qala li dzalika ".
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Laith, dari Said bin Abu Said, dari Abdullah bin Abu Qatadah, bahwa ia mendengar Abu Qatadah menceritakan, bahwa Rasulullah ﷺ berdiri di tengah mereka dan menyebutkan kepada mereka: "Bahwa jihad di jalan Allah dan iman kepada Allah adalah amal yang paling utama." Maka seorang lelaki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya dibunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosa saya akan dihapus?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Ya, jika kamu dibunuh di jalan Allah dan kamu sabar, ikhlas, dan selalu menghadapi musuh, tidak pernah membelakangi mereka." Kemudian Rasulullah ﷺ berkata: "Apa yang kamu katakan?" (Ingin mendapatkan kepastian lebih lanjut), ia bertanya lagi: "Apakah jika saya dibunuh di jalan Allah, semua dosa saya akan dihapus?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Ya, jika kamu sabar, ikhlas, dan selalu menghadapi musuh, tidak pernah membelakangi mereka, (semua kesalahanmu akan diampuni) kecuali utang. Jibril telah memberitahuku tentang hal itu.