Bab Keutamaan Syahid di Jalan Allah Ta'ala
Shahih
haddatsana saidu ibnu manshurin, haddatsana khalidu ibnu abdi allahi alwasithiyyu, an suhayli ibni abi, shalihin an abihi, an abi hurayraha, qala qila lilnnabiyyi ma yadilu aljihada fi sabili allahi azza wajalla qala " la tastathiunahu ". qala faaadu alayhi marratayni aw tsalatsan kullu dzalika yaqulu " la tastathiunahu ". waqala fi attsalitsahi " matsalu almujahidi fi sabili allahi kamatsali asshaimi alqaimi alqaniti biayati allahi la yafturu min shiyamin wala shalahin hatta yarjia almujahidu fi sabili allahi taala ".
Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata: Rasulullah ﷺ ditanya: Amalan apa yang setara dengan jihad di jalan Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi? Beliau menjawab: Kalian tidak akan mampu melakukannya. Para sahabat mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. Setiap kali beliau menjawab: Kalian tidak akan mampu melakukannya. Ketika pertanyaan itu diajukan untuk ketiga kalinya, beliau bersabda: Perumpamaan orang yang berjuang di jalan Allah adalah seperti orang yang berpuasa, berdiri dalam shalat (terus-menerus), (taat kepada) Allah (dalam) ayat-ayat (Al-Qur'an), dan tidak menunjukkan kelelahan dalam puasa dan shalat hingga Mujahid kembali dari jihad di jalan Allah, Yang Maha Tinggi.