Bab Cara Bai'at Wanita
Shahih
haddatsani abu atthahiri, ahmadu ibnu amriw ibni sarhin akhbarana abnu wahbin, akhbarani yunusu, ibnu yazida qala qala abnu syihabin akhbarani urwahu ibnu azzubayri, anna aisyaha, zawja annabiyyi qalat kanati almuminatu idza hajarna ila rasuli allahi yumtahanna biqawli allahi azza wajalla ya ayyuha annabiyyu idza jaaka almuminatu yubayinaka ala an la yusyrikna biallahi syayan wala yasriqna wala yaznina ila akhiri alayahi. qalat aisyahu faman aqarra bihadza mina almuminati faqad aqarra bialmihnahi wakana rasulu allahi idza aqrarna bidzalika min qawlihinna qala lahunna rasulu allahi " anthaliqna faqad bayatukunna ". wala waallahi ma massat yadu rasuli allahi yada amraahin qatthu. ghayra annahu yubayiuhunna bialkalami - qalat aisyahu - waallahi ma akhadza rasulu allahi ala annisai qatthu ila bima amarahu allahu taala wama massat kaffu rasuli allahi kaffa amraahin qatthu wakana yaqulu lahunna idza akhadza alayhinna " qad bayatukunna ". kalaman.
Telah diriwayatkan dari Aisyah, istri Nabi ﷺ. Ia berkata: Ketika wanita-wanita beriman berhijrah (ke Madinah) dan datang kepada Rasulullah ﷺ, mereka akan diuji sesuai dengan firman Allah yang Maha Agung dan Maha Tinggi: "Wahai Nabi, ketika wanita-wanita beriman datang kepadamu untuk mengambil bai'at kepadamu bahwa mereka tidak akan menyekutukan sesuatu dengan Allah, bahwa mereka tidak akan mencuri, bahwa mereka tidak akan berzina..." hingga akhir ayat. Siapa saja dari wanita-wanita beriman yang menerima syarat-syarat ini dan setuju untuk mematuhinya dianggap telah menawarkan diri untuk bersumpah setia. Ketika mereka (secara resmi) menyatakan tekad mereka untuk melakukannya, Rasulullah ﷺ akan berkata kepada mereka: "Silakan pergi. Aku telah mengkonfirmasi bai'at kalian." Demi Allah, tangan Rasulullah ﷺ tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun. Ia akan mengambil bai'at dari mereka dengan pernyataan lisan. Demi Allah, Rasulullah ﷺ tidak pernah mengambil bai'at dari wanita kecuali yang diperintahkan Allah untuk diambil, dan telapak tangan Rasulullah ﷺ tidak pernah menyentuh telapak tangan seorang wanita. Ketika ia telah mengambil bai'at mereka, ia akan memberitahukan mereka bahwa ia telah mengambil bai'at dari mereka secara lisan.