Penjelasan Hadits Muslim No. 1771 tentang Pembagian hasil kebun antara Muhajirin dan Ansar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan betapa mulianya akhlak para sahabat: kaum Ansar rela berbagi tanah dan kebun dengan kaum Muhajirin yang datang tanpa harta, dan kaum Muhajirin pun mengembalikan pemberian itu dengan penuh kejujuran begitu mereka sudah mandiri setelah pembebasan Khaibar. Hadits ini mengajarkan semangat tolong-menolong, amanah, dan menjaga perasaan saudara seiman.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Hasyr [59]: 9

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka, mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Jihad dan Perang, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Az-Zuhri (Muhammad bin Syihab az-Zuhri) — salah satu tabi'in yang termasuk dalam daftar rujukan.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits ini sebagai dalil keutamaan Ansar dan Muhajirin, serta bolehnya bermuamalah dengan sistem bagi hasil (muzara'ah).
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa di Shahih Bukhari) menegaskan bahwa pengembalian harta ini menunjukkan kejujuran dan kehormatan diri para Muhajirin.
  • Ibn Katsir dalam kitab sejarahnya menyebutkan bahwa setelah Khaibar, para Muhajirin sudah memiliki penghasilan sendiri sehingga tidak lagi memerlukan bantuan Ansar.

Penjelasan Rinci

Latar belakang hadits:

Ketika Nabi ﷺ dan para sahabat hijrah dari Mekah ke Madinah, mereka datang tanpa membawa harta. Kaum Ansar (penduduk asli Madinah) menyambut mereka dengan tangan terbuka. Mereka membagi tanah dan kebun kurma, dengan perjanjian: Ansar memberikan setengah hasil panen setiap tahun, dan Muhajirin membantu bekerja di kebun tersebut.

Pemahaman Az-Zuhri dan Anas bin Malik:

Az-Zuhri meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa setelah Perang Khaibar selesai dan Nabi ﷺ kembali ke Madinah, kaum Muhajirin mengembalikan semua pemberian Ansar. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak ingin terus-menerus menjadi beban saudara mereka.

Kisah Umm Sulaim dan Umm Aiman:

Umm Sulaim (ibu Anas bin Malik) memberikan kebun kurmanya kepada Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ kemudian memberikannya kepada Umm Aiman, budak yang telah dimerdekakan dan ibu dari Usama bin Zaid. Umm Aiman adalah wanita yang mengasuh Nabi ﷺ sejak kecil, dari Habasyah (Ethiopia), dan pernah menjadi budak Abdullah bin Abdul Muttalib.

Setelah Khaibar, Nabi ﷺ mengembalikan kebun kurma kepada Umm Sulaim, dan memberikan Umm Aiman ganti dari kebun beliau sendiri. Ini menunjukkan keadilan dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada orang yang pernah berjasa mengasuhnya.

Pandangan ulama tentang hikmah hadits:

  • Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan itsar (mendahulukan orang lain) yang dimiliki Ansar, dan sifat wafa' (menepati janji) serta 'iffah (menjaga kehormatan diri) yang dimiliki Muhajirin.
  • Ibnu Hajar menambahkan bahwa pengembalian harta ini bukan karena Muhajirin tidak butuh, tetapi karena mereka ingin mandiri dan tidak memberatkan saudara mereka.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa sikap saling membantu antara Ansar dan Muhajirin adalah contoh terbaik dalam ukhuwah Islamiyah.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama membahas apakah pemberian Ansar kepada Muhajirin bersifat hibah (pemberian cuma-cuma) atau muzara'ah (bagi hasil). Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menyimpulkan bahwa itu adalah bentuk muzara'ah — kerja sama bagi hasil, bukan sekadar pemberian. Ini yang paling kuat berdasarkan konteks hadits.

Story Telling

Kisah Umm Aiman, Pengasuh Nabi ﷺ

Umm Aiman bernama asli Barakah binti Tsa'labah. Ia berasal dari Habasyah dan menjadi budak Abdullah bin Abdul Muttalib, ayah Nabi ﷺ. Ketika Aminah melahirkan Nabi ﷺ setelah ayahnya wafat, Umm Aimanlah yang mengasuh dan menyusui beliau. Ia menemani Nabi ﷺ sepanjang hidupnya, bahkan ikut hijrah ke Madinah.

Nabi ﷺ sangat menghormatinya. Beliau memerdekakannya dan menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah, sahabat yang sangat dicintai Nabi. Dari pernikahan itu lahir Usama bin Zaid, yang kelak menjadi panglima muda dalam Perang Mu'tah.

Dalam hadits ini, ketika Umm Sulaim memberikan kebunnya kepada Nabi ﷺ, beliau memberikannya kepada Umm Aiman. Setelah Khaibar, beliau mengembalikan kebun Umm Sulaim dan memberi Umm Aiman ganti dari kebun beliau sendiri. Ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ tidak melupakan jasa orang yang pernah mengasuhnya.

Umm Aiman wafat lima bulan setelah Nabi ﷺ wafat. Ia adalah contoh wanita salehah yang sabar, setia, dan penuh pengabdian.

Hikmah: Jasa orang tua — termasuk pengasuh — tidak boleh dilupakan. Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada siapa pun yang pernah berjasa dalam hidup kita.

Kesimpulan Praktis

  1. Tolong-menolong dalam kebaikan adalah akhlak mulia yang dicontohkan Ansar dan Muhajirin.
  2. Mandiri dan tidak memberatkan orang lain adalah sifat terpuji yang ditunjukkan Muhajirin setelah Khaibar.
  3. Menepati janji dan menjaga amanah dalam muamalah adalah bagian dari iman.
  4. Menghormati jasa orang lain, terutama orang tua dan pengasuh, adalah sunnah Nabi ﷺ.
  5. Bermuamalah dengan bagi hasil (muzara'ah) dibolehkan dalam Islam selama jelas dan adil.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?