Bab Tentang Penyebutan Sidratul Muntaha
وَحَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبَّادٌ، - وَهُوَ ابْنُ الْعَوَّامِ - حَدَّثَنَا الشَّيْبَانِيُّ، قَالَ سَأَلْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ، عَزَّ وَجَلَّ { فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى} قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ مَسْعُودٍ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَأَى جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ .
Al-Shaibini melaporkan kepada kami: Saya bertanya kepada Zirr bin Hubaish tentang firman Allah (Yang Maha Tinggi dan Agung): "Maka dia berada pada jarak dua busur atau lebih dekat" (al-Qur'an, 53:9). Dia berkata: Ibn Mas'ud memberitahuku bahwa, sesungguhnya, Rasulullah (ﷺ) melihat Jibril dan dia memiliki enam ratus sayap.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
