Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 172 tentang Isra' Mi'raj dan pertemuan dengan para nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan pengalaman luar biasa Nabi ﷺ saat peristiwa Isra Mi'raj, di mana beliau mengalami kesulitan saat ditanya Quraisy tentang Baitul Maqdis, lalu Allah memperlihatkannya. Dalam perjalanan itu, Nabi ﷺ melihat beberapa nabi, yaitu Musa, Isa, dan Ibrahim, serta memimpin mereka shalat. Hadits ini menunjukkan kemuliaan para nabi, keistimewaan Nabi Muhammad ﷺ sebagai imam para nabi, dan kekuasaan Allah dalam memperlihatkan hal gaib kepada hamba-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait:

QS. Al-Isra' [17]: 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Iman, Bab Tentang Menyebut Isa Putra Maryam dan Al-Masih Dajjal, no. 172, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan ulama:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan mukjizat Isra Mi'raj dan keutamaan Nabi Muhammad ﷺ yang menjadi imam para nabi. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas hadits serupa dan menekankan hikmah di balik peristiwa ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Tentang kesulitan Nabi ﷺ saat ditanya Quraisy

Nabi ﷺ merasa sangat gelisah ketika ditanya tentang detail Baitul Maqdis yang tidak beliau ingat. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang tidak mengetahui hal gaib kecuali yang Allah kehendaki. Namun, Allah kemudian mengangkat Baitul Maqdis di hadapan beliau sehingga beliau bisa melihatnya dan menjawab semua pertanyaan. Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pertolongan Allah kepada Nabi-Nya untuk membantah orang-orang musyrik.

2. Tentang melihat para nabi

Nabi ﷺ melihat Nabi Musa, Isa, dan Ibrahim sedang shalat. Deskripsi fisik mereka menunjukkan bahwa para nabi memiliki ciri-ciri tertentu yang dikenal. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah bentuk penghormatan Allah kepada para nabi dan juga sebagai penguatan iman bagi Nabi Muhammad ﷺ.

3. Tentang Nabi Muhammad ﷺ sebagai imam para nabi

Ketika waktu shalat tiba, Nabi ﷺ memimpin para nabi shalat. Ini menunjukkan keutamaan besar Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ini adalah isyarat bahwa syariat Nabi Muhammad ﷺ adalah yang paling sempurna dan menjadi penutup seluruh syariat sebelumnya.

4. Tentang Malik, penjaga neraka

Nabi ﷺ diperintahkan untuk memberi salam kepada Malik, malaikat penjaga neraka. Namun, Malik mendahului memberi salam. Ini menunjukkan adab dan kebaikan malaikat meskipun dia adalah penjaga neraka. Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam salah satu fatwanya menjelaskan bahwa ini adalah pelajaran tentang pentingnya saling memberi salam meskipun kepada makhluk yang tugasnya berat.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa ketika peristiwa Isra Mi'raj, Nabi ﷺ melewati beberapa tempat dan melihat berbagai pemandangan. Salah satunya adalah ketika beliau melihat sekelompok orang yang sedang memakan daging busuk sementara di dekat mereka ada daging yang baik. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang meninggalkan istri halal dan mendatangi wanita haram. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kisah ini mengajarkan kita bahwa setiap amal akan diperlihatkan balasannya di akhirat. Sebagaimana para nabi diperlihatkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, demikian pula amal manusia akan diperlihatkan. Semoga kita termasuk orang yang beramal saleh dan dijauhkan dari perbuatan dosa.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah dengan peristiwa Isra Mi'raj sebagai mukjizat besar Nabi Muhammad ﷺ yang wajib diimani.
  2. Jadikan Nabi Muhammad ﷺ sebagai teladan dalam kesabaran menghadapi ujian dan pertanyaan sulit.
  3. Hormati para nabi dan rasul karena mereka adalah manusia pilihan Allah.
  4. Jaga lisan dan perbuatan karena semua akan dihisab di akhirat, sebagaimana para nabi dan malaikat menjadi saksi.
  5. Biasakan memberi salam karena salam adalah doa dan tanda kasih sayang sesama muslim.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.