Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 171 tentang Bab Tentang Menyebut Isa bin Maryam dan Al-Masih Dajjal

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan mimpi Nabi ﷺ saat thawaf di Ka'bah, di mana beliau melihat dua sosok penting akhir zaman: Nabi Isa 'alaihis salam yang digambarkan berkulit cerah, rambut lurus, dan mengalir air dari kepalanya, serta Dajjal yang digambarkan berkulit merah, bertubuh besar, rambut keriting, dan buta sebelah mata. Hadits ini mempertegas ciri-ciri fisik Nabi Isa dan Dajjal sebagai bagian dari iman kepada tanda-tanda hari kiamat, serta mengingatkan kita agar waspada terhadap fitnah Dajjal.

---

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an terkait (kedatangan Nabi Isa):

QS. Az-Zukhruf [43]: 61

(teks Arab dengan harakat lengkap)

وَإِنَّهُۥ لَعِلْمٌۭ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِ ۚ هَـٰذَا صِرَٰطٌۭ مُّسْتَقِيمٌۭ

Terjemahan: "Dan sesungguhnya dia (Isa) benar-benar menjadi tanda pengetahuan tentang hari kiamat, maka janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus."

2. Hadits Shahih Muslim no. 171 (teks Arab dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "بَيْنَمَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُنِي أَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ سَبِطُ الشَّعْرِ بَيْنَ رَجُلَيْنِ يَنْطِفُ رَأْسُهُ مَاءً – أَوْ يُهَرَاقُ رَأْسُهُ مَاءً – قُلْتُ مَنْ هَذَا؟ قَالُوا هَذَا ابْنُ مَرْيَمَ. ثُمَّ ذَهَبْتُ أَلْتَفِتُ فَإِذَا رَجُلٌ أَحْمَرُ جَسِيمٌ جَعْدُ الرَّأْسِ أَعْوَرُ الْعَيْنِ كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ. قُلْتُ مَنْ هَذَا؟ قَالُوا الدَّجَّالُ. أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا ابْنُ قَطَنٍ."

Terjemahan yang disebut dalam soal: “Aku sedang tidur ketika melihat diriku mengelilingi Ka'bah, dan aku melihat ada seorang lelaki berkulit cerah dengan rambut lurus di antara dua lelaki... dia adalah putra Maryam... kemudian ada seorang lelaki besar berkulit merah dengan rambut keriting, buta sebelah mata... dia adalah Dajjal...”

3. Penjelasan ulama dari daftar rujukan:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi Isa yang digambarkan sangat tampan dan bersih, serta ciri-ciri Dajjal sebagai sosok yang mengerikan. Beliau juga mencatat bahwa rujukan "Ibnu Qatan" adalah seorang laki-laki Quraisy yang terkenal dengan bentuk fisiknya, sebagai perbandingan bahwa Dajjal sangat mirip dengannya.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Bukhari) menyebutkan bahwa dalam riwayat Bukhari juga disebutkan ciri-ciri serupa, dan beliau menguatkan bahwa sifat-sifat Dajjal ini telah dijelaskan oleh Nabi ﷺ agar umat mengenalnya dan tidak terpedaya.
  • Imam al-Bukhari sendiri meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih-nya (Kitab Jihad, hadits tentang Dajjal), dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya juga memuatnya.

---

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk dalam bab "Menyebut Isa bin Maryam dan Al-Masih Dajjal" di kitab Iman. Makna umumnya adalah berita tentang dua tokoh utama akhir zaman yang wajib diimani oleh setiap muslim.

1. Ciri-ciri Nabi Isa 'alaihis salam:

  • Kulit cerah (Adam) – bukan putih pucat atau hitam, melainkan warna sawo matang cerah. Imam an-Nawawi mengatakan ini adalah warna yang paling disukai.
  • Rambut lurus (sabit) – tidak keriting.
  • Air mengalir dari kepala – sebagian ulama menafsirkan seolah-olah baru selesai mandi atau bicara tentang kebersihan yang sempurna.
  • Ibnu Hajar menambahkan bahwa dalam riwayat Bukhari disebutkan beliau digambarkan sebagai orang yang tidak terlalu tinggi dan tidak pendek, berdada bidang, dan rambutnya seperti baru keluar dari pancuran.
  • Beliau di antara dua lelaki – mungkin maksudnya para malaikat yang mengiringinya, atau sebagai isyarat bahwa beliau akan turun di tengah-tengah umat.

2. Ciri-ciri Dajjal (Al-Masih ad-Dajjal):

  • Kulit merah (ahmar) – artinya cenderung kemerahan, tidak secerah Nabi Isa.
  • Tubuh besar (jasim) – postur yang sangat besar dan gemuk.
  • Rambut keriting (ja'd ar-ra's) – sangat kriting.
  • Buta sebelah mata (a'war al-'ain) – cacat fisik yang paling jelas, matanya sebelah tidak normal.
  • Matanya seperti anggur yang membesar (inabah tafiyah) – maksudnya menonjol keluar.
  • Perbandingan dengan Ibnu Qatan – Ibnu Qatan adalah seorang laki-laki dari Bani Musthaliq (sebagian riwayat menyebutkan dari Quraisy) yang terkenal dengan bentuk fisiknya yang mirip dengan gambaran Dajjal. Nabi ﷺ menyebutkan perbandingan ini agar umat dapat membayangkan Dajjal dengan mudah.

Penerapan menurut ulama:

  • Imam al-Bukhari dan Imam Muslim sepakat bahwa hadits ini shahih dan wajib diimani sebagaimana adanya, tanpa perlu ditakwilkan.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dari ulama abad modern dalam daftar) menjelaskan bahwa fungsi hadits ini adalah agar umat Islam dapat mengenali Dajjal saat muncul, karena dia akan mendatangkan fitnah besar.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari syarah Bukhari menekankan bahwa iman kepada Dajjal dan turunnya Isa adalah rukun iman kepada hari akhir.

---

Story Telling (Opsional)

Dari penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani, disebutkan bahwa nama Ibnu Qatan adalah seorang laki-laki dari Bani Musthaliq yang terkenal dengan rambut keriting dan matanya yang tidak biasa. Ketika para sahabat mendengar hadits ini, sebagian mereka yang mengenal Ibnu Qatan langsung memahami betapa buruk rupa Dajjal. Ini menjadi pelajaran bahwa Nabi ﷺ menggunakan analogi yang mudah dipahami oleh masyarakat saat itu.

Ada kisah dari Abdullah bin 'Umar (perawi hadits ini) bahwa beliau sangat takut dengan fitnah Dajjal, sehingga sering berdoa seperti yang diajarkan Nabi ﷺ:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahanam… dan dari fitnah Dajjal."

Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan lainnya.

---

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada hadits ini sebagai berita ghaib yang benar – karena bersumber dari Nabi ﷺ yang jujur.
  2. Mengenal ciri-ciri Dajjal agar tidak terpedaya oleh pengakuannya yang mengaku sebagai tuhan.
  3. Mengimani turunnya Nabi Isa yang akan membunuh Dajjal dan menegakkan keadilan.
  4. Melazimkan doa perlindungan dari fitnah Dajjal – terutama di setiap shalat (doa iftitah).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah. Amin.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.