Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 164 tentang Isra Mikraj dan kewajiban shalat lima waktu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah bagian dari kisah Isra' dan Mi'raj yang agung. Intinya, Rasulullah ﷺ menceritakan bagaimana beliau disucikan hatinya, dibawa oleh Jibril melewati lapisan-lapisan langit, bertemu para nabi, melihat tanda-tanda kebesaran Allah, hingga menerima perintah shalat. Kisah ini menunjukkan kedudukan mulia Nabi ﷺ, keutamaan shalat sebagai perintah langsung dari Allah, dan bagaimana shalat menjadi ujian ketaatan yang membedakan antara iman dan kemunafikan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab Isra' Rasulullah ﷺ ila as-Sama' wa Fardhi ash-Shalah, no. 164, dari sahabat Malik bin Sha'sha'ah radhiyallahu 'anhu.

Dalil lain yang menguatkan kisah ini adalah firman Allah Ta'ala:

QS. Al-Isra' [17]: 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Para ulama, seperti Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, menjelaskan bahwa ayat ini adalah dasar disyariatkannya perjalanan malam (Isra') yang kemudian dilanjutkan dengan Mi'raj ke langit. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya juga menegaskan bahwa peristiwa ini adalah bukti kekuasaan Allah dan kemuliaan Nabi-Nya.

Penjelasan Rinci

Hadits yang mulia ini mengandung banyak pelajaran. Mari kita rinci beberapa poin pentingnya:

  1. Penyucian Hati (Syarh ash-Shadr): Peristiwa pembedahan dada dan pencucian hati dengan air Zamzam adalah bentuk pembersihan dan penyucian lahiriah sebagai simbol kesucian batin Nabi ﷺ dari segala cela, serta pengisian dengan iman dan hikmah. Ini adalah persiapan khusus dari Allah untuk menerima wahyu dan perjalanan agung. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah karomah dan kemuliaan yang Allah berikan khusus kepada Nabi-Nya sebelum Mi'raj.
  2. Perjalanan dengan Buraq: Buraq adalah makhluk khusus dari Allah yang menjadi kendaraan Nabi ﷺ. Kecepatannya yang luar biasa ("langkahnya sejauh mata memandang") menunjukkan bahwa peristiwa ini berada di luar hukum alam biasa. Ini adalah mukjizat yang menegaskan kekuasaan Allah atas segala sesuatu.
  3. Bertemu Para Nabi: Di setiap langit, Nabi ﷺ bertemu dengan nabi-nabi pilihan. Ini menunjukkan persaudaraan dan persatuan seluruh nabi dalam satu risalah tauhid. Tangisan Nabi Musa 'alaihissalam karena melihat umat Nabi Muhammad ﷺ yang akan lebih banyak masuk surga menunjukkan keutamaan umat ini dan betapa besarnya kasih sayang para nabi kepada umatnya.
  4. Tanda-tanda Kebesaran Allah: Nabi ﷺ diperlihatkan empat sungai (Nil, Eufrat, dan dua sungai di surga) serta Baitul Ma'mur. Ini adalah gambaran nyata dari alam ghaib yang hanya bisa diketahui melalui wahyu. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa melihat tanda-tanda ini adalah untuk memperkuat keyakinan Nabi ﷺ dan menjadi kabar gembira bagi umatnya tentang luasnya rahmat Allah.
  5. Pilihan Susu dan Kewajiban Shalat: Saat ditawari khamr (anggur) atau susu, Nabi ﷺ memilih susu. Ini adalah simbol bahwa beliau dan umatnya berada di atas fitrah (kesucian) dan menjauhi hal-hal yang merusak akal. Kemudian, shalat lima puluh waktu diwajibkan, lalu dikurangi menjadi lima waktu atas permintaan Nabi ﷺ setelah berulang kali melewati Nabi Musa. Ini menunjukkan betapa agungnya shalat, ia adalah perintah langsung dari Allah tanpa perantara, dan betapa sayangnya Nabi ﷺ kepada umatnya untuk meringankan beban mereka.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin dan kitab-kitabnya sering menekankan bahwa kisah ini adalah bukti nyata keimanan kepada hal-hal ghaib. Kita wajib mengimani peristiwa ini secara keseluruhan, baik yang kita pahami hikmahnya maupun yang tidak, karena semuanya adalah kabar dari Nabi yang jujur dan terpercaya.

Story Telling

Dari hadits ini, kita bisa merenungkan kisah Nabi Musa 'alaihissalam. Ketika Nabi Muhammad ﷺ melewatinya di langit keenam, Nabi Musa menangis. Beliau menangis bukan karena sedih, tetapi karena takjub dan haru. Beliau berkata, "Ya Tuhanku, ini adalah seorang pemuda yang Engkau utus setelahku, dan pengikutnya akan masuk surga lebih banyak daripada pengikutku."

Ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi kita, umat Nabi Muhammad ﷺ. Namun, kabar gembira ini seharusnya menjadi motivasi untuk lebih giat beribadah, bukan malah membuat kita lengah. Bayangkan, seorang nabi yang mulia seperti Musa saja menangis karena melihat keutamaan umat kita. Sudah sepantasnya kita berusaha menjadi umat yang membanggakan Nabi kita, bukan justru menjadi umat yang menyusahkan beliau dengan maksiat dan perbuatan dosa.

Kesimpulan Praktis

Dari hadits Isra' Mi'raj ini, ada beberapa hal yang bisa kita amalkan:

  1. Mengimani Peristiwa Ghaib: Yakinlah bahwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa nyata yang dialami oleh Rasulullah ﷺ, sebagaimana dikabarkan dalam Al-Qur'an dan hadits shahih.
  2. Menjaga Shalat: Shalat adalah perintah langsung dari Allah yang diterima Nabi ﷺ di langit. Jangan pernah meremehkan shalat, karena ia adalah tiang agama dan pembeda antara iman dan kekufuran.
  3. Meneladani Kesucian: Berusahalah untuk selalu membersihkan hati dari sifat-sifat tercela dan mengisinya dengan iman dan hikmah, sebagaimana hati Nabi ﷺ dibersihkan dan diisi dengan keduanya.
  4. Menjauhi Hal yang Merusak: Pilihan Nabi ﷺ atas susu daripada khamr adalah pelajaran untuk menjauhi segala sesuatu yang merusak akal dan hati, seperti minuman keras dan narkoba.
  5. Bersyukur atas Kemudahan: Bersyukurlah karena Allah telah meringankan shalat dari lima puluh menjadi lima waktu, namun pahalanya tetap dicatat seperti lima puluh. Ini adalah rahmat yang sangat besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.