Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 157 tentang Waktu iman tidak diterima saat matahari terbit dari barat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa salah satu tanda besar hari kiamat adalah terbitnya matahari dari barat. Ketika peristiwa ini terjadi, pintu taubat akan ditutup dan iman seseorang yang sebelumnya kafir atau tidak beramal saleh tidak akan diterima. Ini adalah peringatan keras agar kita segera beriman dan beramal saleh sebelum datangnya waktu yang tidak berguna lagi penyesalan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

(QS. Al-An'am [6]: 158)

Artinya: "Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: 'Tunggulah! Sesungguhnya Kami pun menunggu.'"

Ayat ini merupakan dasar dari hadits di atas. Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah (w. 774 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "sebagian tanda-tanda Tuhanmu" dalam ayat ini adalah terbitnya matahari dari barat, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 157) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4635) dengan redaksi yang semakna.

Penjelasan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa setelah matahari terbit dari barat, pintu taubat tertutup. Iman yang diucapkan atau diyakini pada saat itu tidak akan diterima, baik dari orang kafir yang baru beriman maupun dari orang mukmin yang sebelumnya tidak beramal saleh. Beliau menukil kesepakatan ulama Ahlus Sunnah tentang hal ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadhish Shalihin menjelaskan bahwa makna "tidak mendapatkan kebaikan dari imannya" adalah bahwa amal saleh yang dilakukan setelah terbitnya matahari dari barat tidak akan diterima, karena waktu amal telah berakhir dan waktu hisab telah dekat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu berita ghaib yang disampaikan Rasulullah ﷺ tentang tanda-tanda besar hari kiamat. Para ulama dari kalangan salaf, seperti al-Hasan al-Bashri rahimahullah (w. 110 H), menafsirkan bahwa terbitnya matahari dari barat adalah tanda yang sangat agung yang menunjukkan bahwa alam semesta akan segera berakhir.

Makna Hadits:

  1. "Hari Kiamat tidak akan datang hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya": Ini adalah pemberitahuan bahwa peristiwa ini pasti terjadi. Matahari yang selama ini terbit dari timur, pada suatu saat akan terbit dari barat sebagai tanda kekuasaan Allah yang mutlak. Ini adalah salah satu ayat (tanda) Allah yang paling besar.
  2. "Pada hari ketika ia terbit dari tempat terbenamnya, meskipun semua orang bersama-sama mengafalkan iman mereka": Redaksi "آمَنَ النَّاسُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ" (semua orang beriman semuanya) menunjukkan bahwa pada saat itu, seluruh manusia yang masih hidup akan beriman secara terpaksa karena menyaksikan tanda yang sangat jelas dan tidak mungkin diingkari. Iman seperti ini adalah iman dharuri (terpaksa), bukan iman ikhtiyari (pilihan).
  3. "Itu tidak akan berguna bagi orang yang tidak percaya sebelumnya dan tidak mendapatkan kebaikan dari imannya": Ini adalah inti dari peringatan. Iman yang lahir karena keterpaksaan saat menyaksikan azab atau tanda kiamat yang pasti tidak akan diterima. Hal ini sebagaimana firman Allah tentang Fir'aun yang beriman ketika tenggelam, tetapi imannya ditolak (QS. Yunus [10]: 90-91).

Pendapat Ulama tentang Waktu Tertutupnya Taubat:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ada dua waktu tertutupnya taubat:

  1. Ketika ruh sampai di tenggorokan (sakaratul maut). Ini berdasarkan hadits: "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai di tenggorokan." (HR. Tirmidzi, hasan).
  2. Ketika matahari terbit dari barat. Inilah yang dijelaskan dalam hadits ini.

Kedua waktu ini adalah batas akhir diterimanya taubat. Setelah itu, tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat atau beramal saleh yang diterima.

Hikmah dari Hadits:

Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda taubat dan amal saleh. Kita tidak tahu kapan matahari akan terbit dari barat. Jika kita menunggu hingga tanda-tanda besar datang, maka penyesalan tidak akan berguna. Sebagaimana dikatakan oleh al-Hasan al-Bashri: "Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu adalah kumpulan hari-hari. Setiap kali sehari berlalu, maka sebagian dirimu telah pergi."

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tiga perkara, jika telah muncul, maka tidak akan bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelumnya atau (belum) berbuat kebaikan dalam imannya: terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang melata (Dabbah)." (HR. Muslim, no. 158)

Dalam riwayat lain, beliau bersabda:

"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, hingga matahari terbit dari barat." (HR. Muslim, no. 2759)

Hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah dan betapa Dia menanti taubat hamba-Nya. Namun, rahmat ini ada batasnya, yaitu ketika matahari terbit dari barat. Maka, janganlah kita menjadi orang yang menyesal di kemudian hari.

Kesimpulan Praktis

  1. Segera bertaubat: Jangan menunda taubat dari segala dosa, karena kita tidak tahu kapan ajal atau tanda kiamat datang.
  2. Perbanyak amal saleh: Iman harus dibuktikan dengan amal. Orang yang beriman tetapi tidak beramal saleh, imannya dianggap tidak sempurna dan tidak akan bermanfaat saat tanda kiamat tiba.
  3. Yakinlah dengan tanda-tanda kiamat: Hadits ini menguatkan keimanan kita kepada hari akhir. Kita wajib meyakininya meskipun akal kita belum bisa memahaminya sepenuhnya.
  4. Jangan menjadi orang yang beriman karena terpaksa: Iman yang lahir karena melihat bukti nyata (seperti saat matahari terbit dari barat) tidak akan diterima. Maka, berimanlah dengan penuh kesadaran dan keyakinan sebelum semuanya terlambat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.