Penjelasan Hadits Muslim No. 156 tentang Turunnya Isa dan keutamaan umat Islam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan dua perkara besar: (1) akan selalu ada kelompok dari umat Islam yang teguh membela kebenaran dan dimenangkan Allah sampai Hari Kiamat, dan (2) turunnya Nabi Isa ﷺ di akhir zaman, di mana beliau tidak menjadi imam shalat, melainkan mengikuti imam dari umat Nabi Muhammad ﷺ. Ini menunjukkan kemuliaan umat ini dan bahwa syariat Nabi Muhammad ﷺ tetap berlaku, tidak diganti.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Ali 'Imran [3]: 55

```

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

```

Terjemahan: "(Ingatlah) ketika Allah berfirman: 'Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, mengangkatmu kepada-Ku, menyucikanmu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang kafir sampai Hari Kiamat.'"

QS. An-Nisa' [4]: 159

```

وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

```

Terjemahan: "Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada Hari Kiamat, ia akan menjadi saksi terhadap mereka."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Iman, dari sahabat Jabir bin 'Abdullah رضي الله عنه. Hadits senada juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dengan tambahan bahwa Isa ﷺ akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menetapkan jizyah, serta tidak menerima selain Islam.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil kuat tentang turunnya Isa ﷺ dan bahwa beliau akan mengikuti syariat Nabi Muhammad ﷺ.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa Isa ﷺ turun sebagai hakim dengan syariat Muhammad ﷺ, bukan membawa syariat baru.
  • Ibnu Katsir dalam An-Nihayah dan tafsirnya menjelaskan bahwa turunnya Isa ﷺ adalah salah satu tanda besar Kiamat yang disepakati Ahlus Sunnah.

Penjelasan Rinci

Pertama: "Thaifah yang selalu menang di atas kebenaran"

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa akan selalu ada kelompok dari umat ini yang berjuang di atas kebenaran dan dimenangkan Allah sampai Hari Kiamat. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah — orang-orang yang berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat. Mereka tidak selalu banyak, tetapi selalu ada dan selalu dimenangkan dengan kebenaran yang mereka bawa.

Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa kelompok ini tidak harus berada di satu tempat, tetapi tersebar di berbagai zaman dan tempat. Kadang di Syam, kadang di Yaman, kadang di tempat lain — tetapi mereka tidak pernah kosong dari muka bumi.

Kedua: Turunnya Isa bin Maryam ﷺ

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Isa putra Maryam akan turun. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Isa ﷺ turun dalam keadaan hidup, bukan sebagai nabi baru, tetapi sebagai pengikut Nabi Muhammad ﷺ. Beliau turun di menara putih di Damaskus (menurut sebagian riwayat), lalu berhukum dengan kitab Allah dan sunnah Nabi ﷺ.

Ketiga: "Pemimpin mereka mengundangnya untuk shalat, tetapi ia menolak"

Ini adalah bagian paling agung dalam hadits ini. Ketika Isa ﷺ turun, imam dari umat Muhammad ﷺ mengundangnya untuk memimpin shalat. Namun Isa ﷺ menolak dengan berkata: "Tidak, sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain. Ini adalah kehormatan dari Allah untuk umat ini."

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa penolakan Isa ﷺ bukan karena beliau lebih rendah, tetapi sebagai bentuk penghormatan Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ. Isa ﷺ — yang merupakan nabi besar dan rasul ulul azmi — mengikuti imam dari umat Muhammad ﷺ, menunjukkan bahwa syariat Nabi Muhammad ﷺ adalah syariat yang berlaku hingga akhir zaman dan tidak diganti.

Ibnu Hajar menambahkan bahwa ini juga menunjukkan bahwa kenabian telah berakhir dengan Nabi Muhammad ﷺ, sehingga Isa ﷺ turun bukan sebagai nabi yang membawa syariat baru, tetapi sebagai pengikut.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang siapa imam yang mengundang Isa ﷺ — apakah Imam Mahdi atau orang lain. Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa itu adalah Imam Mahdi, berdasarkan hadits-hadits lain. Namun Imam an-Nawawi menyatakan bahwa hadits ini sendiri tidak menyebut nama imam tersebut, dan yang penting adalah maknanya: Isa ﷺ mengikuti imam dari umat ini. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar yang menyebutkan Imam Mahdi, karena didukung hadits-hadits shahih lainnya.

Story Telling

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan sebuah riwayat yang menggambarkan suasana turunnya Isa ﷺ:

Ketika Isa ﷺ turun, kaum Muslimin sedang bersiap untuk shalat. Imam mereka — yang disebut dalam riwayat lain sebagai Imam Mahdi — melihat Isa ﷺ dan mengenalinya. Ia pun mundur untuk memberi tempat kepada Isa ﷺ agar beliau yang memimpin shalat. Namun Isa ﷺ meletakkan tangannya di pundak imam tersebut dan berkata dengan lembut: "Majulah, dan pimpinlah shalat untuk kami."

Maka imam itu pun maju dan memimpin shalat, sementara Isa ﷺ shalat di belakangnya. Setelah shalat, Isa ﷺ bangkit dan memerangi Dajjal bersama kaum Muslimin, hingga Dajjal terbunuh di pintu Lud (sebuah tempat di Palestina).

Hikmah: Ini adalah pelajaran agung bahwa kemuliaan umat ini tidak akan pernah hilang. Bahkan seorang nabi besar seperti Isa ﷺ diperintahkan untuk mengikuti imam dari umat Nabi Muhammad ﷺ. Ini juga menunjukkan bahwa persatuan di atas kebenaran adalah jalan yang Allah ridhai.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa kebenaran akan selalu ada dan menang. Jangan putus asa jika melihat sedikitnya orang yang berpegang pada sunnah. Allah menjamin keberadaan dan kemenangan mereka.
  2. Berpeganglah pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih. Inilah jalan Ahlus Sunnah yang disebut dalam hadits ini.
  3. Hormatilah para ulama dan pemimpin yang adil. Dalam hadits ini, Isa ﷺ menghormati imam dari umat ini, meskipun beliau lebih mulia. Ini mengajarkan adab kepada kita.
  4. Persiapkan diri untuk beriman kepada turunnya Isa ﷺ. Ini adalah bagian dari aqidah Ahlus Sunnah yang wajib diyakini.
  5. Jangan terpedaya dengan syubhat yang meragukan hadits-hadits tentang turunnya Isa ﷺ. Para ulama seperti Ibnu Katsir, Ibnu Hajar, dan an-Nawawi telah menegaskan kebenarannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?