Bab Kebolehan Memberikan Hadiah kepada Istri Kedua
Shahih
haddatsana ishaqu ibnu ibrahima, wamuhammadu ibnu hatimin, qala muhammadu ibnu hatimin haddatsana muhammadu, ibnu bakrin akhbarana abnu jurayjin, akhbarani athaun, qala hadharna maa abni abbasin janazaha maymunaha zawji annabiyyi bisarifa faqala abnu abbasin hadzihi zawju annabiyyi faidza rafatum nasyaha fala tuzaziu wala tuzalzilu warfuqu fainnahu kana inda rasuli allahi tisun fakana yaqsimu litsamanin wala yaqsimu liwahidahin. qala athaun ati la yaqsimu laha shafiyyahu ibintu huyai ibni akhthaba.
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Hatem, mereka berkata: Muhammad bin Hatem telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr, telah memberitakan kepada kami Ibn Jurayj, telah memberitakan kepada saya Ata, ia berkata: Kami hadir bersama Ibn Abbas pada jenazah Maimunah, istri Nabi ﷺ di Sarif. Ibn Abbas berkata: Ini adalah istri Nabi ﷺ; maka ketika kalian mengangkat keranda jenazahnya, janganlah kalian mengguncangnya dan janganlah kalian mengganggu, tetapi perlahanlah, karena Nabi ﷺ memiliki sembilan istri, dan beliau membagi waktu untuk delapan istri, tetapi tidak membagi untuk satu istri. Ata berkata: Yang tidak dibagikan waktu untuknya adalah Safiyyah binti Huyayy bin Akhtab.