Bab Kebolehan Berhubungan Intim dengan Istri dari Depan dan Belakang Tanpa Menyentuh Dubur
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ - وَاللَّفْظُ لأَبِي بَكْرٍ - قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ سَمِعَ جَابرًا يَقُولُ كَانَتِ الْيَهُودُ تَقُولُ إِذَا أَتَى الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ مِنْ دُبُرِهَا فِي قُبُلِهَا كَانَ الْوَلَدُ أَحْوَلَ فَنَزَلَتْ { نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ}
Jabir (semoga Allah meridhainya) menyatakan bahwa orang-orang Yahudi biasa berkata: Ketika seorang pria berhubungan intim dengan istrinya melalui vagina tetapi dari belakang, anaknya akan memiliki mata juling, maka turunlah ayat: "Istri-istrimu adalah ladangmu; maka datangilah ladangmu dari arah mana saja yang kamu inginkan." (Al-Baqarah: 223)
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
