Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 1343 tentang Doa perlindungan dari kesulitan perjalanan dan perubahan buruk

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah ﷺ ketika akan bepergian. Isinya mencakup permohonan perlindungan dari lima perkara: kesulitan perjalanan, perubahan buruk saat kembali, kehinaan setelah kemuliaan, doa orang teraniaya, dan pemandangan buruk pada keluarga serta harta. Ini adalah doa yang sangat komprehensif karena mencakup keselamatan lahir dan batin, baik selama perjalanan maupun setelah kembali ke rumah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ عَاصِمٍ الأَحْوَلِ، عَنْ عَبْدِ، اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا سَافَرَ يَتَعَوَّذُ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَالْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ وَدَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ

Dari Abdullah bin Sarjis radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Adalah Rasulullah ﷺ apabila bepergian, beliau memohon perlindungan dari kesulitan perjalanan, dan menemukan perubahan buruk saat kembali, dan kehinaan setelah kehormatan, dan kutukan orang yang teraniaya serta pemandangan yang suram dalam keluarga dan harta." (HR. Muslim, Kitab Haji, Bab Apa yang Diucapkan Ketika Naik untuk Perjalanan Haji dan Lainnya, no. 1343)

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 201

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Dan di antara mereka ada yang berdoa: 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.'"

Ayat ini senada dengan doa Rasulullah ﷺ dalam hadits di atas, karena mencakup permohonan kebaikan menyeluruh di dunia dan akhirat.

Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan makna setiap lafazh doa ini secara rinci, sebagaimana akan disebutkan dalam penjelasan rinci di bawah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung doa yang sangat lengkap untuk seorang musafir. Mari kita pahami setiap bagiannya:

1. وَعْثَاءِ السَّفَرِ (Wa'tsa'is-safar) - Kesulitan Perjalanan

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa wa'tsa' berarti kesulitan dan kelelahan. Perjalanan pada zaman dahulu sangat berat—berhari-hari menempuh padang pasir, panas terik, bekal terbatas, dan bahaya penyamun. Meskipun transportasi kini lebih mudah, hakikat kesulitan perjalanan tetap ada: kelelahan fisik, kecemasan, keterpisahan dari keluarga, dan gangguan lainnya. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk memohon perlindungan dari semua itu.

2. وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ (Kaaabatil-munqalab) - Perubahan Buruk Saat Kembali

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini berarti seseorang kembali dari perjalanan dalam keadaan yang menyedihkan—misalnya mendapati keluarganya sakit, hartanya berkurang, atau terjadi musibah di rumahnya. Ini mengajarkan kita untuk tidak hanya memohon keselamatan selama perjalanan, tetapi juga keselamatan setelah kembali.

3. وَالْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ (Al-hauri ba'dal-kaur) - Kehinaan Setelah Kehormatan

Imam An-Nawawi menyebutkan dua penafsiran ulama tentang makna ini:

  • Pertama: Kekurangan setelah kecukupan, atau kemunduran setelah kemajuan.
  • Kedua: Kehinaan dan kerendahan setelah kemuliaan dan kehormatan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa ini mencakup permohonan agar Allah menjaga seseorang dari keadaan berbalik—dari baik menjadi buruk, dari kuat menjadi lemah, dari kaya menjadi miskin, dan dari mulia menjadi hina. Ini adalah doa agar iman dan keadaan kita tetap istiqamah.

4. وَدَعْوَةِ الْمَظْلُومِ (Da'watil-mazhlum) - Doa Orang Teraniaya

Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk berlindung dari menjadi orang yang teraniaya sehingga orang lain mendoakan keburukan kepada kita. Ini juga mengandung pelajaran agar kita tidak pernah menzalimi orang lain, karena doa orang terzalimi mustajab di sisi Allah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa doa orang teraniaya termasuk doa yang tidak tertolak, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

5. وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ (Suu'il-manzhari fil-ahli wal-maal) - Pemandangan Buruk pada Keluarga dan Harta

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini berarti seseorang kembali dan mendapati keluarganya atau hartanya dalam keadaan buruk—baik karena musibah, kehilangan, atau kerusakan. Ini juga bisa berarti memohon perlindungan dari hal-hal yang menyebabkan kesedihan saat melihat keluarga dan harta kita.

Hikmah Komprehensif:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa doa ini menggabungkan perlindungan dari:

  • Kesulitan fisik (kelelahan perjalanan)
  • Kesulitan psikis (kesedihan saat kembali)
  • Kesulitan spiritual (kehinaan setelah kemuliaan)
  • Kesulitan sosial (menjadi sasaran doa buruk orang teraniaya)
  • Kesulitan material (kerusakan keluarga dan harta)

Ini menunjukkan kesempurnaan bimbingan Nabi ﷺ dalam urusan yang tampak sederhana sekalipun—bahkan doa perjalanan pun mencakup perlindungan menyeluruh.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Sarjis radhiyallahu 'anhu—perawi hadits ini—adalah seorang sahabat yang pernah tinggal di Bashrah. Para ulama menyebutkan bahwa ia meriwayatkan hadits ini karena ingin mengajarkan kepada kaum muslimin bahwa bahkan dalam perkara yang dianggap kecil seperti doa perjalanan, Rasulullah ﷺ telah memberikan tuntunan yang sangat lengkap.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adab Al-Mufrad bahwa para sahabat sangat memperhatikan doa-doa Rasulullah ﷺ dalam setiap keadaan. Mereka menghafal dan menyampaikannya kepada generasi setelahnya dengan teliti, karena mereka memahami bahwa setiap perkataan Nabi ﷺ adalah wahyu yang mengandung hikmah.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah sering mengingatkan bahwa doa-doa ma'tsur (yang bersumber dari Nabi ﷺ) memiliki keutamaan yang tidak dimiliki doa-doa buatan manusia, karena lafazhnya berasal dari Nabi yang ma'shum (terjaga dari kesalahan), dan mengandung makna-makna yang dalam.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan doa ini dan bacalah setiap kali hendak bepergian, baik perjalanan dekat maupun jauh.
  2. Renungkan maknanya saat membacanya, agar hati kita benar-benar memohon perlindungan dari lima perkara tersebut.
  3. Jauhi kezaliman karena doa orang teraniaya adalah doa yang mustajab—ini adalah peringatan keras bagi kita.
  4. Jaga keluarga dan harta dengan amanah, karena itu adalah titipan Allah yang akan kita pertanggungjawabkan.
  5. Minta keselamatan menyeluruh—tidak hanya selama perjalanan, tetapi juga setelah kembali, baik lahir maupun batin.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.