Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah doa safar (perjalanan) yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau mengajarkan kita untuk bertakbir, bertasbih, bersyukur kepada Allah atas kendaraan yang ditundukkan, memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan, serta berlindung dari kesulitan dan keburukan. Ini adalah tuntunan adab yang sangat indah agar setiap perjalanan kita senantiasa diiringi dzikir dan doa kepada Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih -nya, Kitab Haji, Bab "Apa yang Diucapkan Ketika Naik untuk Perjalanan Haji dan Selainnya" (no. 1342), dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Berikut adalah potongan doa yang paling inti dari hadits tersebut:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
"Mahasuci Dia yang menundukkan ini (kendaraan) untuk kami, dan kami tidak mampu mengendalikannya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Doa ini juga memiliki landasan dari Al-Qur'an, yaitu firman Allah tentang penundukan kendaraan bagi manusia:
لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
"Agar kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu mengingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya, dan supaya kamu mengucapkan: 'Mahasuci Dia yang telah menundukkan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.'" (QS. Az-Zukhruf [43]: 13)
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan yang kami rujuk menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
- Disunnahkan Bertakbir Sebelum Berdoa: Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa disunnahkan untuk bertakbir tiga kali sebelum membaca doa safar. Ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah sebelum memohon, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ.
- Makna "Sukhar" (Menundukkan): Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa penundukan kendaraan ini adalah nikmat yang sangat besar. Manusia tidak akan mampu menundukkan hewan atau kendaraan dengan kekuatannya sendiri, melainkan dengan kekuatan dan takdir Allah. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk mengakui kelemahan kita dan mengagungkan Allah yang Maha Kuasa.
- Mengingat Akhir Perjalanan: Kalimat "وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ" (dan kami akan kembali kepada Tuhan kami) adalah pengingat bahwa perjalanan dunia ini hanyalah sementara. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah sering mengingatkan bahwa setiap perjalanan, baik dekat maupun jauh, hendaknya mengingatkan kita pada perjalanan terakhir menuju akhirat.
- Memohon Kebaikan Agama dan Dunia: Doa ini menggabungkan permohonan kebaikan agama (al-birr), ketakwaan, dan amal yang diridhai, serta kemudahan urusan dunia (perjalanan yang lancar). Ini menunjukkan bahwa seorang muslim diajarkan untuk menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat dalam setiap doanya.
- Berlindung dari Keburukan: Nabi ﷺ mengajarkan untuk berlindung dari tiga hal: wa'tsa' as-safar (kesulitan dan kelelahan perjalanan), ka'abah al-manzhar (pemandangan yang menyedihkan), dan su' al-munqalab (keburukan pada harta dan keluarga saat kembali). Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini adalah doa agar perjalanan kita selamat dari segala marabahaya dan kembali dalam keadaan yang baik.
- Doa Ketika Kembali: Ketika kembali dari perjalanan, Nabi ﷺ mengucapkan doa yang sama dan menambahkan kalimat "آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ" (Kami kembali, bertobat, menyembah Tuhan kami, dan memuji-Nya). Ini adalah ungkapan syukur karena telah sampai di rumah dengan selamat dan merupakan pengakuan bahwa segala pujian hanya untuk Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, perawi hadits ini, adalah seorang yang sangat cinta kepada sunnah Nabi ﷺ. Beliau dikenal sangat teliti dalam mengikuti jejak Rasulullah ﷺ, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.
Suatu ketika, beliau mengajarkan doa ini kepada Ali Al-Azdi (perawi dari beliau). Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat bersemangat untuk menyampaikan dan mengajarkan sunnah, termasuk doa-doa harian, kepada generasi setelah mereka. Mereka tidak menganggap remeh adab-adab kecil, karena semua itu adalah bagian dari petunjuk Nabi ﷺ yang penuh berkah.
Hikmahnya: Kita harus semangat untuk mempelajari dan mengamalkan doa-doa harian yang diajarkan Nabi ﷺ, karena di dalamnya terdapat keberkahan dan perlindungan dari Allah. Para sahabat adalah teladan terbaik dalam hal ini.
Kesimpulan Praktis
- Hafalkan doa safar ini dan bacalah setiap kali hendak bepergian, baik dekat maupun jauh.
- Mulailah dengan bertakbir (Allahu Akbar) tiga kali sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.
- Renungkan maknanya: bahwa semua kendaraan dan kemudahan adalah nikmat dari Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya.
- Gabungkan doa untuk kebaikan dunia dan akhirat dalam setiap permohonan kita.
- Baca doa kembali dengan tambahan kalimat "Ayyibuna ta'ibuna 'abiduna lirabbina hamidun" sebagai ungkapan syukur.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.