Bab Jika Seorang Hamba Berkeinginan untuk Berbuat Kebaikan
Shahih
haddatsana syaybanu ibnu farrukha, haddatsana abdu alwaritsi, ani aljadi abi utsmana, haddatsana abu rajain alutharidiyyu, ani abni abbasin, an rasuli allahi fima yarwi an rabbihi tabaraka wataala qala " inna allaha kataba alhasanati waassayyiati tsumma bayyana dzalika faman hamma bihasanahin falam yamalha katabaha allahu indahu hasanahan kamilahan wain hamma biha faamilaha katabaha allahu azza wajalla indahu asyra hasanatin ila sabimiahi dhifin ila adhafin katsirahin wain hamma bisayyiahin falam yamalha katabaha allahu indahu hasanahan kamilahan wain hamma biha faamilaha katabaha allahu sayyiahan wahidahan ".
Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa Rasulullah ﷺ meriwayatkan dari Tuhan-Nya yang Maha Suci dan Maha Tinggi: Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal itu. Barangsiapa yang berkeinginan untuk berbuat kebaikan tetapi tidak melakukannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan jika ia berkeinginan dan melakukannya, Allah Yang Maha Agung mencatatnya sebagai sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan dan bahkan lebih. Namun jika ia berkeinginan untuk berbuat keburukan tetapi tidak melakukannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berkeinginan dan melakukannya, Allah mencatatnya sebagai satu keburukan.