Shahih Muslim · Kitab Iman · No. 127

Bab Kebolehan Allah Mengampuni Apa yang Dirasakan oleh Hati, Selama Tidak Diucapkan atau Dilakukan

Shahih

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْغُبَرِيُّ، - وَاللَّفْظُ لِسَعِيدٍ - قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوا أَوْ يَعْمَلُوا بِهِ ‏"‏ ‏.‏

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah mengampuni umatku dari bisikan jahat yang muncul dalam hati mereka selama mereka tidak mengucapkannya atau tidak melakukannya."