Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang salah satu tanda dekatnya hari kiamat dan kemuliaan Nabi Isa 'alaihissalam, yaitu beliau akan turun kembali ke dunia di akhir zaman. Salah satu peristiwa yang akan beliau lakukan adalah berniat dan mengucapkan talbiyah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, atau menggabungkan keduanya (haji qiran), di sebuah tempat bernama Fajj ar-Rauha'. Ini menunjukkan bahwa Nabi Isa pun akan melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, sebagaimana para nabi dan umat Islam lainnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Hajj, Bab Ihlal an-Nabi ﷺ wa Hadyihi (no. 1252). Teks hadits yang Anda sertakan sudah lengkap dengan sanadnya dari jalur Sufyan bin 'Uyainah dan Al-Laits bin Sa'd, keduanya dari Az-Zuhri, dari Hanzhalah al-Aslami, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim (al-Minhaj) menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ yang mengabarkan tentang turunnya Nabi Isa 'alaihissalam di akhir zaman. Beliau akan berhaji atau berumrah di lembah Rauha'. Ini adalah kabar gembira tentang tegaknya syariat Islam dan ibadah haji yang terus berlangsung hingga akhir zaman.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (saat menjelaskan hadits serupa dalam Shahih al-Bukhari) menukil perkataan ulama bahwa "Fajj ar-Rauha'" adalah lembah yang terletak di dekat Madinah, sekitar 36 mil dari kota tersebut, yang menjadi miqat bagi penduduk Madinah atau orang yang melewatinya. Ini menunjukkan bahwa Nabi Isa akan masuk ke tanah suci melalui jalur Madinah.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin dan kitab-kitabnya yang lain menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya haji dan umrah bagi seluruh umat, termasuk para nabi. Ini juga merupakan bantahan bagi mereka yang mengklaim bahwa ibadah haji sudah tidak relevan atau hanya untuk kalangan tertentu. Justru Nabi Isa yang mulia pun akan melaksanakannya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa faedah penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Kebenaran Kabar Nabi ﷺ: Hadits ini adalah bagian dari mukjizat beliau. Beliau mengabarkan dengan sumpah atas nama Allah tentang perkara yang belum terjadi, yaitu turunnya Nabi Isa 'alaihissalam di akhir zaman. Ini menguatkan keimanan kita kepada hal-hal ghaib yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ.
- Turunnya Nabi Isa 'alaihissalam: Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa Nabi Isa 'alaihissalam tidak wafat, melainkan diangkat oleh Allah ke langit. Di akhir zaman, beliau akan turun ke bumi sebagai pemimpin yang adil, menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ, dan membunuh Dajjal. Ini adalah keyakinan yang benar berdasarkan Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih.
- Nabi Isa Melaksanakan Haji: Setelah turun, Nabi Isa 'alaihissalam akan melaksanakan ibadah haji atau umrah. Ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang hamba yang taat dan mengikuti syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. Beliau tidak datang dengan syariat baru, melainkan untuk menegakkan syariat Islam yang telah sempurna.
- Makna "Fajj ar-Rauha'": Tempat ini adalah lembah yang menjadi miqat bagi penduduk Madinah. Letaknya sekitar 36 mil dari Madinah. Ini mengisyaratkan bahwa Nabi Isa akan datang dari arah Madinah atau singgah di sana sebelum berangkat haji. Ini juga menunjukkan keutamaan Madinah sebagai kota yang akan menjadi pusat perjuangan di akhir zaman.
- Haji Qiran: Lafaz "أَوْ لَيَثْنِيَنَّهُمَا" (atau beliau akan menggabungkan keduanya) menunjukkan bahwa Nabi Isa mungkin akan berhaji qiran, yaitu menggabungkan niat haji dan umrah dalam satu ihram. Ini adalah salah satu cara ibadah haji yang dibolehkan dalam Islam.
Kesimpulan dari para ulama: Hadits ini adalah kabar gembira bahwa ibadah haji akan terus dilakukan oleh orang-orang beriman hingga akhir zaman, dan bahkan Nabi Isa 'alaihissalam sendiri akan melakukannya. Ini juga menegaskan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang abadi dan tidak akan pernah usang.
Story Telling
Dari kisah yang masyhur, ketika Nabi Isa 'alaihissalam turun kelak, beliau akan menjadi hakim yang adil dan pemimpin yang bijaksana. Beliau akan memecahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan jizyah (pajak bagi non-muslim), karena seluruh umat akan masuk Islam.
Di tengah tugas besarnya itu, beliau tetap menyempatkan diri untuk beribadah haji ke Baitullah. Ini adalah pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Jika seorang nabi yang maksum dan mulia seperti Nabi Isa 'alaihissalam masih bersemangat untuk menunaikan ibadah haji dan umrah, maka kita yang penuh dosa ini seharusnya lebih bersemangat lagi untuk melaksanakannya jika mampu. Janganlah kita menunda-nunda ibadah haji padahal Allah telah memberikan kemampuan kepada kita, karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput.
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada yang Ghaib: Kita wajib meyakini turunnya Nabi Isa 'alaihissalam di akhir zaman sebagai salah satu tanda kiamat besar.
- Semangat Beribadah: Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk bersemangat dalam beribadah, terutama ibadah haji dan umrah. Jika mampu, jangan tunda-tunda.
- Menjaga Kemurnian Syariat: Nabi Isa akan menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ, bukan syariat yang lain. Ini mengajarkan kita untuk berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat dan ulama.
- Doa: Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.