Bab Memendekkan Dalam Umrah
حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا دَاوُدُ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَصْرُخُ بِالْحَجِّ صُرَاخًا فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ أَمَرَنَا أَنْ نَجْعَلَهَا عُمْرَةً إِلاَّ مَنْ سَاقَ الْهَدْىَ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ التَّرْوِيَةِ وَرُحْنَا إِلَى مِنًى أَهْلَلْنَا بِالْحَجِّ .
Ubaidullah bin Umar Al-Qawariri telah menceritakan kepada kami, Abdul A'la bin Abdul A'la telah menceritakan kepada kami, Dawud, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa'id, berkata: Kami keluar bersama Rasulullah ﷺ mengucapkan Talbiyah untuk Haji dengan suara keras. Ketika kami tiba di Mekah, beliau memerintahkan kami untuk mengubahnya (Ihram untuk Haji) menjadi Umrah kecuali bagi mereka yang membawa hewan kurban bersamanya. Ketika hari Tarwiyah (8 Dzul Hijjah) dan kami pergi ke Mina, kami (kembali) mengucapkan Talbiyah untuk Haji.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
