Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Islam menghapus dosa-dosa besar yang dilakukan sebelum masuk Islam, termasuk pembunuhan dan perzinaan, selama seseorang benar-benar bertaubat dan beriman. Para ulama Ahlus Sunnah memahami bahwa ayat-ayat yang turun (QS. Al-Furqan [25]: 68–70 dan QS. Az-Zumar [39]: 53) menjadi jawaban Allah atas keraguan kaum musyrik: bahwa pintu taubat dan ampunan tetap terbuka, bahkan untuk dosa sebesar apa pun. Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan agungnya kedudukan taubat dalam Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Firman Allah yang turun berkenaan peristiwa ini:
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Terjemahan: "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa melakukan yang demikian, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)." (QS. Al-Furqan [25]: 68)
Dan firman Allah:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Terjemahan: "Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.'" (QS. Az-Zumar [39]: 53)
Hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Iman, Bab "Islam menghapus dosa-dosa sebelumnya, begitu juga hijrah dan haji." Perawinya adalah Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat QS. Al-Furqan [25]: 68–70 turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrik yang ingin tahu apakah dosa-dosa besar mereka bisa dihapus. Beliau menegaskan bahwa ayat ini menunjukkan taubat yang benar (taubat nasuha) mengubah keburukan menjadi kebaikan.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa Islam menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan bahwa taubat dari kesyirikan serta dosa-dosa besar diterima selama dilakukan dengan ikhlas sebelum ajal datang.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa ayat-ayat ini mencakup semua dosa, tidak terkecuali, selama seseorang bertaubat dengan syarat-syarat taubat yang sah.
- As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa QS. Az-Zumar [39]: 53 adalah ayat yang paling luas cakupannya dalam menunjukkan ampunan Allah, karena Allah menyebut hamba-hamba-Nya yang melampaui batas dan melarang mereka berputus asa.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menceritakan latar belakang turunnya dua ayat Al-Qur'an yang sangat penting. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma mengisahkan bahwa sekelompok orang musyrik datang kepada Nabi ﷺ. Mereka telah melakukan banyak pembunuhan dan perzinaan. Mereka mengakui bahwa ajaran yang dibawa Nabi ﷺ itu baik, tetapi mereka ragu: apakah ada penebusan bagi dosa-dosa besar mereka? Jika ada, mereka akan masuk Islam.
Allah menjawab keraguan mereka dengan menurunkan QS. Al-Furqan [25]: 68–70 dan QS. Az-Zumar [39]: 53. Ayat pertama menyebutkan tiga dosa besar: syirik, membunuh tanpa hak, dan berzina. Lalu Allah menyebutkan bahwa orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, maka Allah akan mengubah keburukan mereka menjadi kebaikan. Ayat kedua menegaskan larangan berputus asa dari rahmat Allah, karena Allah mengampuni semua dosa.
Pemahaman ulama:
- Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Islam dan taubat. Dosa sebesar apa pun — bahkan syirik, pembunuhan, dan zina — akan diampuni jika seseorang masuk Islam dengan ikhlas dan bertaubat. Beliau juga menegaskan bahwa hijrah dan haji juga menghapus dosa-dosa sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam judul bab.
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ayat QS. Al-Furqan [25]: 70 — "kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh" — menunjukkan bahwa taubat harus disertai iman dan amal saleh. Allah tidak hanya mengampuni, tetapi mengganti keburukan mereka dengan kebaikan. Ini adalah bentuk karunia Allah yang sangat besar.
- Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa ayat QS. Az-Zumar [39]: 53 mencakup semua dosa, baik dosa kecil maupun besar, selama taubat dilakukan dengan syarat-syaratnya: meninggalkan dosa, menyesal, dan bertekad tidak mengulangi. Beliau juga menyebutkan bahwa ayat ini adalah ayat yang paling menghibur bagi orang yang berdosa.
- As-Sa'di menjelaskan bahwa Allah menyebut hamba-hamba-Nya yang melampaui batas dengan panggilan "يَا عِبَادِيَ" (wahai hamba-hamba-Ku) — ini menunjukkan kasih sayang Allah bahkan kepada orang yang berdosa, selama mereka masih mau kembali kepada-Nya.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah ayat QS. Al-Furqan [25]: 68–70 turun khusus untuk kaum musyrik tertentu atau umum untuk semua orang. Namun, pendapat yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Ibnu Katsir dan As-Sa'di — adalah bahwa ayat ini umum, mencakup setiap orang yang bertaubat, baik dari kalangan musyrik maupun muslim yang berdosa.
Story Telling
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menceritakan bahwa orang-orang musyrik Mekah yang telah banyak membunuh dan berzina datang kepada Nabi ﷺ. Mereka berkata, "Sesungguhnya apa yang engkau katakan dan serukan itu baik. Tetapi jika engkau memberitahu kami bahwa ada penebusan bagi dosa-dosa kami, kami akan masuk Islam."
Mereka adalah orang-orang yang hatinya mulai terbuka, tetapi masih ragu karena besarnya dosa yang mereka lakukan. Mereka merasa dosa-dosa mereka terlalu besar untuk diampuni. Lalu Allah menurunkan ayat-ayat yang menegaskan bahwa rahmat-Nya lebih luas dari dosa-dosa mereka.
Dalam riwayat lain yang disebutkan Ibnu Katsir, ketika ayat QS. Az-Zumar [39]: 53 turun, Nabi ﷺ membacakannya kepada para sahabat. Salah seorang sahabat bertanya, "Apakah ayat ini khusus untuk kami atau untuk semua orang?" Nabi ﷺ menjawab bahwa ayat ini untuk semua orang, umum bagi seluruh umat manusia hingga Hari Kiamat.
Hikmahnya: jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, sebagaimana kaum musyrik itu pun akhirnya mendapat kabar gembira bahwa taubat mereka diterima.
Kesimpulan Praktis
- Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Dosa sebesar apa pun — bahkan syirik, pembunuhan, dan zina — akan diampuni jika seseorang bertaubat dengan sungguh-sungguh.
- Taubat harus memenuhi syaratnya: meninggalkan dosa, menyesal, bertekad tidak mengulangi, dan jika berkaitan dengan hak orang lain, harus diselesaikan.
- Masuk Islam menghapus dosa sebelumnya. Begitu juga hijrah dan haji yang mabrur, sebagaimana disebutkan dalam judul bab hadits ini.
- Jangan menunda taubat. Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya, tetapi ajal bisa datang kapan saja.
- Berbaik sangka kepada Allah. Allah menyebut orang yang berdosa dengan panggilan "wahai hamba-hamba-Ku" — ini menunjukkan kasih sayang-Nya yang luas.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.