Penjelasan Hadits Muslim No. 1165 tentang Mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar itu ada dan nyata, serta letaknya berada di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan mimpi para sahabat yang saling bersesuaian. Rasulullah ﷺ membenarkan dan menguatkan hal tersebut, lalu memerintahkan kita untuk bersungguh-sungguh mencarinya di sepuluh malam terakhir tersebut. Ini adalah dorongan untuk memperbanyak ibadah, terutama di malam-malam ganjil di dalamnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim:

Hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma. Imam Muslim meriwayatkannya dalam Shahih Muslim, Kitab Puasa, Bab Keutamaan Malam Lailatul Qadar, no. 1165. Teks haditsnya adalah sebagai berikut:

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، - رضى الله عنهما - أَنَّ رِجَالاً، مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ "

Artinya: "Yahya bin Yahya berkata, 'Aku membaca kepada Malik dari Nafi', dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa beberapa orang di antara sahabat Nabi ﷺ diperlihatkan malam Lailatul Qadar dalam mimpi pada sepuluh malam terakhir. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Aku melihat bahwa mimpi kalian sepakat mengenai sepuluh malam terakhir; maka barangsiapa yang ingin mencarinya, hendaklah mencarinya pada sepuluh malam terakhir.""

Dalil Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar." (QS. Al-Qadr [97]: 1)

Ayat ini menegaskan keberadaan dan kemuliaan malam tersebut. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah membanggakan malam ini dan mengagungkan kedudukannya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu dalil utama yang menunjukkan bahwa Lailatul Qadar berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Mari kita bedah beberapa poin penting:

  1. Arti Mimpi Para Sahabat: Para sahabat radhiyallahu 'anhum bermimpi bahwa mereka melihat Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir. Mimpi para sahabat adalah mimpi yang baik dan benar, terlebih lagi mimpi tentang hal-hal kebaikan. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, dan mimpi orang-orang shalih juga bisa menjadi isyarat dan kabar baik. Namun, mimpi bukanlah sumber hukum utama. Hadits ini justru menunjukkan bagaimana Rasulullah ﷺ menggunakan mimpi yang baik ini sebagai motivasi dan arahan bagi umatnya.
  2. Pernyataan Nabi ﷺ: Rasulullah ﷺ tidak serta merta menetapkan hukum hanya berdasarkan mimpi. Beliau bersabda, "Aku melihat mimpi kalian telah sepakat (tentang sepuluh malam terakhir)." Ini adalah pengakuan dari Nabi ﷺ bahwa mimpi tersebut adalah benar dan patut untuk ditindaklanjuti. Beliau kemudian mengarahkan, "Maka barangsiapa yang ingin mencarinya, hendaklah mencarinya pada sepuluh malam terakhir." Ini adalah perintah dan anjuran yang sangat kuat untuk bersungguh-sungguh beribadah di malam-malam tersebut.
  3. Pemahaman Ulama: Para ulama, seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal, menjadikan hadits ini sebagai salah satu dasar untuk menguatkan pendapat bahwa Lailatul Qadar ada di sepuluh malam terakhir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa hadits-hadits shahih yang semakna dengan ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar berada di sepuluh malam terakhir, dan yang paling ditekankan adalah malam-malam ganjil, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain. Beliau juga menukil bahwa Imam Malik berpendapat Lailatul Qadar bisa berpindah-pindah di sepuluh malam terakhir, dan hikmahnya adalah agar seorang hamba bersungguh-sungguh beribadah di seluruh malam-malam tersebut.
  4. Hikmah Dirahasiakannya Waktu Pasti: Allah dan Rasul-Nya tidak menentukan secara pasti malam mana yang merupakan Lailatul Qadar. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hikmahnya adalah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi bersemangat di sepanjang sepuluh malam terakhir. Ini akan melipatgandakan pahala ibadah mereka dan menjauhkan mereka dari kemalasan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang Lailatul Qadar. Beliau bersabda, "Ia berada di bulan Ramadhan, carilah ia di sepuluh malam terakhir, karena sesungguhnya ia berada di malam-malam ganjil." (HR. Abu Dawud, hadits shahih).

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat antusias untuk mengetahui dan meraih malam yang mulia ini. Mereka tidak segan bertanya dan berusaha keras untuk mendapatkannya. Semangat inilah yang seharusnya kita contoh. Kita tidak perlu berdebat tentang tanggal pastinya, tetapi kita harus berlomba-lomba dalam ketaatan di setiap malam sepuluh terakhir, terutama di malam-malam ganjilnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah akan keberadaan Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ.
  2. Bersungguh-sungguhlah beribadah di sepuluh malam terakhir, baik dengan shalat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan berdoa. Jangan sia-siakan malam-malam ini.
  3. Fokuskan usaha pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29), karena hadits-hadits shahih lainnya menekankan hal ini, meskipun tetap beribadah di semua malam adalah lebih utama dan lebih hati-hati.
  4. Perbanyak doa, terutama doa yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Aisyah radhiyallahu 'anha: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku).
  5. Jangan berdebat tentang tanggal pastinya, tetapi perbanyak amal. Karena tujuan utama adalah meraih kemuliaan malam tersebut, bukan sekadar mengetahui tanggalnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?