Bab Keutamaan Malam Lailatul Qadar
وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، - رضى الله عنهما - أَنَّ رِجَالاً، مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ " .
Yahya bin Yahya berkata, “Aku membaca kepada Malik dari Nafi’, dari Ibn Umar - semoga Allah meridhoi keduanya - bahwa beberapa orang di antara sahabat Nabi ﷺ diperlihatkan malam Lailatul Qadar dalam mimpi pada sepuluh malam terakhir. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku melihat bahwa mimpi kalian sepakat mengenai sepuluh malam terakhir; maka barangsiapa yang ingin mencarinya, hendaklah mencarinya pada sepuluh malam terakhir.”
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
