Penjelasan Hadits Muslim No. 1159 tentang Larangan puasa seumur hidup dan anjuran puasa Daud

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa berpuasa terus-menerus sepanjang hidup (dahr) tidak diperintahkan dan tidak mampu dilakukan secara konsisten. Nabi ﷺ membimbing Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, lalu membolehkan puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak) sebagai puasa yang paling utama. Puasa Daud disebut "sebaik-baik puasa" karena paling seimbang dan tidak melampaui batas.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Puasa, dari sahabat Abdullah bin Amr bin al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, melalui jalur Sa'id bin al-Musayyib dan Abu Salamah bin Abdurrahman.

Nabi ﷺ bersabda:

«فَإِنَّكَ لَا تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ فَصُمْ وَأَفْطِرْ وَنَمْ وَقُمْ وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ»

Terjemah: "Sesungguhnya kamu tidak mampu melakukan itu. Maka berpuasalah dan berbukalah, tidurlah dan shalatlah, dan berpuasalah tiga hari dalam sebulan, karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, dan itu seperti puasa sepanjang masa."

Dan sabda beliau:

«صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا وَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَهُوَ أَعْدَلُ الصِّيَامِ»

Terjemah: "Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, itulah puasa Daud 'alaihissalam, dan itulah puasa yang paling seimbang."

Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar keutamaan puasa dan batas kemampuan manusia:

QS. Al-Baqarah [2]: 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

Terjemah: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebaikan yang dikerjakannya dan mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya."

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan berpuasa sepanjang tahun (dahr) bagi yang khawatir melemahkan diri atau meninggalkan hak-hak lain. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa puasa Daud adalah puasa yang paling utama karena paling adil dan seimbang. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki keutamaan seperti puasa sepanjang tahun karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berisi bimbingan Nabi ﷺ kepada Abdullah bin Amr bin al-'Ash radhiyallahu 'anhuma yang bersemangat beribadah melebihi kemampuan normal. Ia berniat shalat malam sepanjang malam dan berpuasa setiap hari sepanjang hidup. Nabi ﷺ melarangnya dengan lembut dan menjelaskan bahwa hal itu tidak mampu dilakukan secara konsisten.

Pertama, Nabi ﷺ mengarahkan beliau untuk berpuasa tiga hari setiap bulan. Karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, maka tiga hari sama dengan tiga puluh hari, setara dengan puasa sebulan penuh atau puasa sepanjang tahun. Ini menunjukkan keluasan rahmat Allah dan kemudahan syariat.

Kedua, ketika Abdullah bin Amr meminta yang lebih utama, Nabi ﷺ membimbingnya ke puasa Daud 'alaihissalam, yaitu sehari puasa dan sehari tidak. Ini disebut "أَعْدَلُ الصِّيَامِ" (puasa yang paling seimbang) karena memberikan hak tubuh, hak keluarga, dan hak ibadah secara proporsional.

Ketiga, ketika Abdullah bin Amr tetap meminta yang lebih utama, Nabi ﷺ bersabda: "لَا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ" (tidak ada yang lebih utama dari itu). Ini menegaskan bahwa puasa Daud adalah puncak keutamaan puasa sunnah, dan melampauinya berarti melampaui batas yang disyariatkan.

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa larangan berpuasa dahr (sepanjang tahun) berlaku bagi yang melakukannya terus-menerus tanpa berbuka, karena dapat melemahkan badan dan meninggalkan hak-hak yang wajib. Ibnu Hajar menambahkan bahwa sebagian ulama membolehkan puasa dahr bagi yang mampu dan tidak meninggalkan kewajiban, namun yang jelas dan paling kuat adalah mengikuti bimbingan Nabi ﷺ dalam hadits ini.

Ibnu Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa semangat Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma menunjukkan kecintaan sahabat kepada ibadah, namun Nabi ﷺ mengajarkan bahwa agama ini dibangun atas keseimbangan dan kemampuan. Ini sejalan dengan QS. Al-Baqarah [2]: 286 bahwa Allah tidak membebani hamba melebihi kesanggupannya.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa Abdullah bin Amr bin al-'Ash radhiyallahu 'anhuma pernah menyesal di akhir hayatnya karena tidak menerima bimbingan Nabi ﷺ untuk berpuasa tiga hari setiap bulan. Ia berkata: "Seandainya aku menerima tiga hari yang dikatakan Rasulullah ﷺ, itu lebih aku cintai daripada keluarga dan hartaku." Ini menunjukkan bahwa bimbingan Nabi ﷺ mengandung hikmah yang dalam, meskipun pada awalnya terasa ringan. Kisah ini mengajarkan kita untuk menerima petunjuk Nabi ﷺ dengan lapang dada, karena beliau lebih mengetahui apa yang terbaik bagi umatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Berpuasa sepanjang tahun tanpa berbuka bukanlah yang disyariatkan, karena dapat melemahkan tubuh dan meninggalkan hak-hak lain.
  2. Puasa tiga hari setiap bulan memiliki keutamaan seperti puasa sepanjang tahun karena pahala dilipatgandakan sepuluh kali.
  3. Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak) adalah puasa sunnah yang paling utama dan paling seimbang.
  4. Jangan memaksakan diri melebihi kemampuan dalam ibadah, karena agama ini mudah dan Allah tidak membebani hamba melebihi kesanggupannya.
  5. Terimalah bimbingan Nabi ﷺ dengan tunduk dan lapang dada, karena beliau lebih mengetahui maslahat bagi umatnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?