Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa adzan Bilal radhiyallahu 'anhu yang dikumandangkan di malam hari bukanlah tanda untuk berhenti makan sahur. Puasa dimulai ketika terbit fajar shadiq, yaitu cahaya yang menyebar di ufuk timur, bukan fajar kadzib yang berupa cahaya vertikal seperti ekor serigala. Umat Islam boleh terus makan dan minum hingga benar-benar yakin fajar shadiq telah terbit.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Baqarah [2]: 187
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
Terjemahan: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam."
Hadits terkait:
Hadits riwayat Muslim no. 1094 dari Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:
لَا يَغُرَّنَّكُمْ مِنْ سَحُورِكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ، وَلَا هَذَا الْبَيَاضُ الْمُسْتَطِيلُ هَكَذَا، حَتَّى يَسْتَطِيرَ هَكَذَا
"Janganlah sekali-kali adzan Bilal menipu kalian dalam urusan sahur kalian, dan jangan pula (tertipu) oleh cahaya putih yang memanjang seperti ini (fajar kadzib), hingga cahaya itu menyebar seperti ini (fajar shadiq)." (HR. Muslim)
Kaitan dengan ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (7/196) menjelaskan bahwa hadits ini membedakan antara fajar kadzib (palsu) yang bentuknya vertikal menjulang ke atas, dan fajar shadiq (sejati) yang menyebar horizontal di ufuk timur. Beliau menegaskan bahwa puasa baru dimulai saat fajar shadiq, dan adzan Bilal yang dikumandangkan sebelum fajar bukanlah larangan untuk makan sahur.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan dua pelajaran penting:
Pertama, tentang adzan Bilal. Bilal radhiyallahu 'anhu biasa mengumandangkan adzan di malam hari sebelum fajar, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain (Bukhari dan Muslim) bahwa beliau adzan di malam hari untuk membangunkan orang yang tidur dan agar orang yang shalat malam bisa bersiap. Oleh karena itu, adzan Bilal bukanlah tanda berhenti makan sahur.
Kedua, tentang dua jenis fajar. Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in, seperti Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma dan Mujahid bin Jabr rahimahullah, menjelaskan bahwa yang dimaksud "benang putih dari benang hitam" dalam ayat adalah terangnya siang dan gelapnya malam. Fajar kadzib adalah cahaya tipis yang muncul vertikal seperti ekor serigala, lalu menghilang kembali. Sedangkan fajar shadiq adalah cahaya yang menyebar horizontal di ufuk timur dan semakin terang.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim (1/512) menukil perkataan Mujahid: "Fajar itu ada dua: fajar kadzib yang bentuknya seperti ekor serigala, dan fajar shadiq yang menyebar di ufuk." Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat puasa dimulai saat fajar shadiq.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hlm. 83) menjelaskan bahwa ayat Al-Baqarah 187 memberi kelonggaran bagi umat Islam untuk makan, minum, dan berhubungan suami istri hingga benar-benar yakin fajar telah terbit. Beliau menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menentukan waktu imsak.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika ada seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang waktu sahur. Beliau ﷺ bersabda: "Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim). Para sahabat pun bersemangat untuk makan sahur hingga menjelang fajar. Mereka tidak terburu-buru berhenti hanya karena mendengar adzan Bilal, karena mereka tahu bahwa adzan itu hanyalah untuk membangunkan, bukan untuk menghentikan makan.
Dari sini kita belajar bahwa Islam adalah agama yang memudahkan. Allah ﷻ memberi kelonggaran hingga detik-detik terakhir sebelum fajar. Yang penting adalah kita benar-benar yakin bahwa fajar shadiq telah terbit.
Kesimpulan Praktis
- Jangan tertipu adzan pertama yang dikumandangkan sebelum fajar. Itu hanya untuk membangunkan, bukan tanda berhenti sahur.
- Kenali fajar shadiq yaitu cahaya yang menyebar horizontal di ufuk timur, bukan cahaya vertikal yang muncul sebentar lalu hilang.
- Makan dan minumlah hingga yakin fajar telah tiba, karena Allah memberi kelonggaran hingga batas tersebut.
- Jangan terlalu cepat berhenti sahur karena khawatir masuk waktu puasa, selama belum yakin fajar telah terbit.
- Gunakan waktu sahur dengan baik karena di dalamnya terdapat keberkahan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.