Penjelasan Hadits Muslim No. 1065 tentang Ciri khawarij dan perintah memerangi mereka

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu nubuwat (berita ghaib) Rasulullah ﷺ tentang munculnya kelompok Khawarij di tengah umatnya. Mereka memiliki ciri fisik berupa kepala yang dicukur habis (tahalquq), dan mereka adalah seburuk-buruk makhluk. Hadits ini juga mengabarkan bahwa kelompok yang lebih dekat kepada kebenaranlah yang akan memerangi dan membunuh mereka. Sifat mereka diibaratkan seperti anak panah yang keluar dari busurnya lalu kembali, tidak meninggalkan bekas apa pun—artinya amalan dan ibadah mereka yang tampak sangat banyak tidaklah berarti di sisi Allah karena kesesatan keyakinan mereka.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Zakat, Bab "Penyebutan Khawarij dan Sifat-Sifat Mereka" (no. 1065), dari sahabat Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya dengan redaksi yang serupa.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an tentang larangan bercerai-berai dan perintah berpegang teguh pada jama'ah serta waspada terhadap golongan yang menyimpang:

QS. Ali 'Imran [3]: 103

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."

Ayat ini menegaskan perintah untuk bersatu di atas kebenaran dan melarang perpecahan yang menjadi celah munculnya kelompok-kelompok menyimpang seperti Khawarij.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini adalah bagian dari mukjizat Nabi ﷺ yang mengabarkan hal ghaib, dan semuanya terjadi persis sebagaimana yang beliau kabarkan.

1. Makna "Simaahumut tahalqu" (Ciri mereka kepala dicukur)

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah mereka mencukur habis rambut kepala mereka. Ini adalah ciri fisik yang menjadi tanda pengenal mereka. Para ulama menyebutkan bahwa ciri ini muncul pada kelompok Khawarij pertama yang memerangi Ali bin Abi Thalib di Nahrawan.

2. Makna "Mereka adalah seburuk-buruk makhluk"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa meskipun Khawarij dikenal sangat rajin beribadah—shalat malam, puasa, dan membaca Al-Qur'an—namun karena kesesatan keyakinan mereka dalam mengkafirkan sesama muslim yang melakukan dosa besar, maka mereka menjadi seburuk-buruk makhluk. Amalan mereka yang banyak tidak bermanfaat karena hati mereka tidak dihiasi dengan pemahaman yang benar. Beliau berkata, "Mereka keluar dari sunnah dan jama'ah, dan mereka menganggap halal darah dan harta kaum muslimin."

3. Makna perumpamaan anak panah

Nabi ﷺ mengumpamakan mereka seperti anak panah yang ditembakkan ke sasaran, lalu dilihat pada mata panahnya, batangnya, dan ujungnya—tidak ditemukan bekas darah sama sekali. Ini artinya ibadah mereka "menembus" keluar dari Islam dengan cepat dan tidak membawa manfaat apa pun. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan bahwa amalan mereka tidak diterima dan mereka tidak mendapatkan pahala dari ibadah yang mereka lakukan karena niat dan keyakinan mereka rusak.

4. Siapa yang membunuh mereka?

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa "kelompok yang lebih dekat kepada kebenaran" yang akan membunuh mereka. Dalam sejarah, kelompok tersebut adalah Ali bin Abi Thalib dan para sahabatnya dalam perang Nahrawan. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menceritakan bahwa Ali radhiyallahu 'anhu membunuh mereka setelah mereka memberontak dan mengkafirkan beliau serta para sahabatnya. Ini menjadi bukti bahwa Ali dan pengikutnya berada di atas kebenaran, dan Khawarij adalah kelompok yang sesat.

5. Pelajaran penting dari perkataan Abu Sa'id

Di akhir hadits, Abu Sa'id berkata kepada penduduk Irak, "Kamulah yang telah membunuh mereka." Ini karena pasukan Ali yang memerangi Khawarij di Nahrawan mayoritas berasal dari Irak (Kufah). Ini menunjukkan bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi dan menjadi bukti kebenaran sabda Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika pasukan Ali bin Abi Thalib sampai di Nahrawan untuk menghadapi Khawarij, beliau memerintahkan agar dicari di antara mereka seorang yang memiliki ciri sebagaimana disebutkan Nabi ﷺ—yaitu tangan yang cacat seperti puting susu wanita. Para sahabat mencarinya dan menemukannya di antara korban. Ketika Ali melihat hal itu, beliau bertakbir dan berkata, "Demi Allah, tidaklah aku berbohong dan tidaklah aku dibohongi." Beliau bersaksi bahwa Rasulullah ﷺ telah mengabarkan tentang tanda ini sebelumnya.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Khawarij adalah kelompok yang benar-benar ada dan diperangi oleh Ali, dan bahwa Ali berada di atas kebenaran. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjadikan hadits-hadits tentang Khawarij ini sebagai dalil bahwa kelompok yang menyimpang dari jama'ah kaum muslimin—meskipun rajin beribadah—wajib diperangi dan ditolak kesesatannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Waspada terhadap kelompok yang mengkafirkan sesama muslim—ini adalah ciri utama Khawarij yang harus dijauhi.
  2. Ibadah yang banyak tidak bermanfaat tanpa pemahaman yang benar—kita harus belajar Islam dari Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat dan ulama Ahlus Sunnah.
  3. Wajib bersatu di atas jama'ah kaum muslimin dan tidak mudah memecah belah persatuan umat.
  4. Jangan tertipu dengan penampilan ibadah seseorang—yang terpenting adalah kebenaran aqidah dan manhajnya.
  5. Hadits ini menguatkan keyakinan kita kepada kenabian Muhammad ﷺ karena semua yang beliau kabarkan terjadi dengan persis.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?