Bab yang Terjauh dari Masjid Pahalanya Lebih Besar
Shahih oleh Darussalam
haddatsana ahmadu ibnu abdaha, haddatsana abbadu ibnu abbadin almuhallabiyyu, haddatsana ashimun alahwalu, an abi utsmana annahdiyyi, an ubai ibni kabin, qala kana rajulun mina alanshari baytuhu aqsha baytin bialmadinahi wakana la tukhthiuhu asshalahu maa rasuli allahi. qala fatawajjatu lahu faqultu ya fulanu law annaka asytarayta himaran yaqika arramadha wayarfauka mina alwaqai wayaqika hawamma alardhi. faqala waallahi ma uhibbu anna bayti bithunubi bayti muhammadin. qala fahamaltu bihi himlan hatta ataytu bayta annabiyyi fadzakartu dzalika lahu fadaahu fasaalahu fadzakara lahu mitsla dzalika wadzakara annahu yarju fi atsarihi faqala rasulu allahi " inna laka ma ahtasabta ".
Diriwayatkan bahwa Ubayy bin Ka'b berkata: "Ada seorang lelaki dari kalangan Anshar yang rumahnya adalah rumah terjauh di Al-Madinah, namun ia tidak pernah ketinggalan shalat bersama Rasulullah. Saya merasa kasihan kepadanya dan berkata: 'Wahai si Fulan, mengapa engkau tidak membeli seekor keledai untuk menghindarkan dirimu dari panasnya pasir yang menyengat, untuk membawamu di atas tanah berbatu, dan untuk menjauhkanmu dari binatang-binatang di tanah?' Ia berkata: 'Demi Allah! Saya tidak ingin tinggal terlalu dekat dengan Muhammad.' Hal ini membuat saya merasa tidak nyaman hingga saya datang ke rumah Nabi ﷺ dan menyebutkan hal itu kepadanya. Ia memanggil (lelaki itu) dan menanyakannya, dan ia mengatakan sesuatu yang serupa, dan menyatakan bahwa ia berharap akan pahala dari langkah-langkahnya. Rasulullah ﷺ bersabda, 'Engkau akan mendapatkan (pahala) yang engkau cari.'"