Bab Jika Dua Muslim Bertemu dengan Pedang Mereka
HR. Ibnu Majah no. 3966Dha'if · Al-Albani
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنْ عَبْدِ الْحَكَمِ السَّدُوسِيِّ، حَدَّثَنَا شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ قَالَ " مِنْ شَرِّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَبْدٌ أَذْهَبَ آخِرَتَهُ بِدُنْيَا غَيْرِهِ " .
Cara baca (latin)
haddatsana suwaydu ibnu saidin, haddatsana marwanu ibnu muawiyaha, an abdi alhakami assadusiyyi, haddatsana syahru ibnu hawsyabin, an abi umamaha, anna rasula allahi qala " min syarri annasi manzilahan inda allahi yawma alqiyamahi abdun adzhaba akhiratahu bidunya ghayrihi ".
Telah diriwayatkan dari Abu Umamah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang hamba yang mengorbankan akhiratnya demi dunia orang lain."
Belajar nahwu 13 kata
Analisis sedang disiapkan, panel terisi otomatis.
Belum ada analisis nahwu untuk hadits ini.
Di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang hamba yang mengorbankan akhiratnya demi dunia orang lain.
Analisis dibantu AI.