Bab Imam yang Memperpendek Shalat Jika Terjadi Suatu Hal
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، وَبِشْرُ بْنُ بَكْرٍ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " إِنِّي لأَقُومُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَأَتَجَوَّزُ كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ " .
Dari Abdullah bin Abu Qatadah, ayahnya berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Aku berdiri untuk melaksanakan shalat dan berniat untuk memperpanjangnya, tetapi kemudian aku mendengar tangisan bayi, maka aku memperpendeknya, karena aku tidak ingin menyusahkan ibunya.'"