Bab Larangan Menyanyikan Syair di Masjid
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ أَبِي سِنَانٍ، سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ فَقَالَ رَجُلٌ مَنْ دَعَا إِلَى الْجَمَلِ الأَحْمَرِ فَقَالَ النَّبِيُّ ـ ﷺ ـ " لاَ وَجَدْتَهُ إِنَّمَا بُنِيَتِ الْمَسَاجِدُ لِمَا بُنِيَتْ لَهُ " .
Diriwayatkan dari Sulaiman bin Burdah bahwa ayahnya berkata: "Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat, kemudian seorang lelaki berkata: 'Siapa yang mencari unta merah?' Nabi ﷺ berkata: 'Semoga kamu tidak menemukannya! Masjid dibangun untuk tujuan yang telah ditentukan.'"