Bab Apa yang Dikatakan tentang Haid yang Melihat Kuning dan Coklat Setelah Suci
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ، قَالَتْ لَمْ نَكُنْ نَرَى الصُّفْرَةَ وَالْكُدْرَةَ شَيْئًا . قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيُّ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ حَفْصَةَ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ، قَالَتْ كُنَّا لاَ نَعُدُّ الصُّفْرَةَ وَالْكُدْرَةَ شَيْئًا . قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وُهَيْبٌ أَوْلاَهُمَا عِنْدَنَا بِهَذَا .
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Abdul Razzaq, telah memberitakan kepada kami Ma'mar, dari Ayyub, dari Ibn Sirin, dari Umm 'Atiyyah, ia berkata: "Kami tidak menganggap kuning atau coklat sebagai sesuatu yang berarti." (Sahih) (Sanad lain) Telah menceritakan kepada kami Umm 'Atiyyah, ia berkata: "Kami tidak menganggap bahwa keluarnya kuning atau coklat itu dihitung sebagai apapun." Muhammad bin Yahya berkata: "Wuhaib (yang meriwayatkan versi kedua) lebih baik dari mereka menurut kami."