Bab Keterususan dalam Beramal
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana alfadhlu ibnu dukaynin, an sufyana, ani aljurayriyyi, an abi utsmana, an hanzhalaha alkatibi attamimiyyi alusayyidiyyi, qala : kunna inda rasuli allahi fadzakarna aljannaha waannara hatta kaanna raa alayni faqumtu ila ahli wawaladi fadhahiktu walaibtu. qala : fadzakartu adzi kunna fihi fakharajtu falaqitu aba bakrin faqultu : nafaqtu, nafaqtu. faqala abu bakrin : inna lanafaluhu. fadzahaba hanzhalahu fadzakarahu lilnnabiyyi faqala : " ya hanzhalahu law kuntum kama takununa indi lashafahatkumu almalaikahu ala furusyikum - aw ala thuruqikum - ya hanzhalahu saahun wasaahun ".
Diriwayatkan bahwa Hanzalah Tamimi Al-Usaiyidi, seorang penulis, berkata: "Kami bersama Rasulullah ﷺ dan kami berbicara tentang Surga dan Neraka hingga seolah-olah kami bisa melihatnya. Kemudian saya bangkit dan pergi kepada keluarga dan anak-anak saya, dan saya tertawa dan bermain (dengan mereka). Kemudian saya teringat bagaimana keadaan kami, dan saya keluar dan bertemu Abu Bakr, dan berkata: 'Saya telah menjadi munafik!' Abu Bakr berkata: 'Kita semua melakukan itu.'" Maka Hanzalah pergi dan menyebutkan hal itu kepada Nabi ﷺ, yang bersabda: "Wahai Hanzalah, jika kamu (selalu) seperti kamu bersamaku, para malaikat akan berjabat tangan denganmu di tempat tidurmu dan di jalan-jalanmu. Wahai Hanzalah, ada waktu untuk ini dan waktu untuk itu."