Bab Melakukan Amalan Secara Terus-Menerus
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana abu usamaha, an hisyami ibni urwaha, an abihi, an aisyaha, qalat : kanat indi amraahun fadakhala alaa annabiyyu faqala : " man hadzihi ". qultu : fulanahu. la tanamu - tadzkuru min shalahiha - faqala annabiyyu : " mah alaykum bima tuthiquna fawaallahi la yamallu allahu hatta tamallu ". qalat : wakana ahabba addini ilayhi adzi yadumu alayhi shahibuhu.
Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata: “Ada seorang wanita bersamaku, dan Nabi ﷺ masuk menemuiku dan bertanya: ‘Siapa itu?’ Aku menjawab: ‘Fulanah; dia tidak tidur,’” – dia menyebutkan tentang shalatnya yang berlebihan. “Nabi ﷺ berkata: ‘Tenanglah. Lakukanlah apa yang kalian mampu, karena demi Allah, Allah tidak merasa bosan (memberi pahala) tetapi kalian yang merasa bosan.’” Dia berkata: “Amalan yang paling dicintai oleh beliau adalah yang dilakukan secara terus-menerus.”