Bab Harapan dan Takdir
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bisyrin, : bakru ibnu khalafin waabu bakri ibnu khaladin albahiliyyu qala haddatsana yahya ibnu saidin, haddatsana sufyanu, haddatsani abi, an abi yala, ani arrabii ibni khutsaymin, an abdi allahi ibni masudin, ani annabiyyi : annahu khattha khatthan murabbaan wakhatthan wasatha alkhatthi almurabbai wakhuthuthan ila janibi alkhatthi adzi wasatha alkhatthi almurabbai wakhatthan kharijan mina alkhatthi almurabbai faqala : " atadruna ma hadza ". qalu : allahu warasuluhu alamu. qala : " hadza alinsanu alkhatthu alawsathu wahadzihi alkhuthuthu ila janbihi alaradhu tanhasyuhu aw tanhasuhu min kulli makanin fain akhthaahu hadza ashabahu hadza waalkhatthu almurabbau alajalu almuhithu waalkhatthu alkhariju alamalu ".
Telah menceritakan kepada kami Abu Bishr, Bakr bin Khalaf dan Abu Bakr bin Khalad Al-Bahili, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Abu Ya'la, dari Rabi' bin Khuthaim, dari Abdullah bin Mas'ud, bahwa Nabi ﷺ menggambar sebuah garis berbentuk persegi, dan sebuah garis di tengah garis persegi tersebut, dan garis-garis di samping garis yang ada di tengah persegi, serta sebuah garis di luar persegi, lalu beliau bersabda: "Apakah kalian tahu apa ini?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Ini adalah manusia, garis yang ada di tengah adalah manusia, dan garis-garis di sampingnya adalah penyakit dan masalah yang menyerangnya dari segala arah. Jika satu garis tidak mengenai, maka garis yang lain akan mengenai. Garis persegi adalah umur manusia, dan garis di luar adalah harapannya."