Bab Apa yang Dikatakan tentang Kesederhanaan dalam Wudhu dan Ketidaksukaan untuk Berlebihan di Dalamnya
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الشَّافِعِيُّ، إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَبَّاسِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، سَمِعَ كُرَيْبًا، يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، يَقُولُ بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقَامَ النَّبِيُّ ـ ﷺ ـ فَتَوَضَّأَ مِنْ شَنَّةٍ وُضُوءًا يُقَلِّلُهُ فَقُمْتُ فَصَنَعْتُ كَمَا صَنَعَ .
Diriwayatkan bahwa 'Amr mendengar Kuraib berkata: 'Saya mendengar Ibn 'Abbas berkata: 'Saya bermalam di rumah bibi saya Maimunah, dan Nabi ﷺ bangkit dan berwudhu dari kantong air tua, dan ia melakukan wudhu yang singkat. Kemudian saya bangkit dan melakukan seperti yang ia lakukan.