Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang kisah Ya'juj dan Ma'juj sebagai salah satu tanda besar hari kiamat. Mereka adalah dua kaum yang sangat banyak jumlahnya dan memiliki kekuatan luar biasa. Mereka terus menggali tembok penghalang setiap hari, namun Allah mengembalikannya seperti semula. Ketika waktu yang Allah kehendaki tiba, mereka berhasil keluar dan membuat kerusakan besar di muka bumi. Namun Allah membinasakan mereka dengan cara yang sangat mudah, yaitu melalui ulat/cacing kecil di tengkuk mereka. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Al-Fitan, Bab Fitnah Dajjal dan Keluarnya Isa bin Maryam serta Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, nomor 4080, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat Imam Ahmad dan Imam At-Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan gharib."
Allah Ta'ala berfirman:
فَلَمَّا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ ۖ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا
"Maka apabila telah datang janji Rabb-ku (hari hancurnya tembok itu), Dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Rabb-ku itu adalah benar. Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka semuanya." (QS. Al-Kahfi [18]: 98-99)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan kisah Dzul Qarnain yang membangun tembok penghalang antara manusia dan Ya'juj Ma'juj. Tembok itu akan tetap berdiri hingga waktu yang Allah kehendaki, dan ketika hari kiamat semakin dekat, Allah akan menghancurkannya dan mengeluarkan mereka kepada manusia.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
Pertama: Kisah Ya'juj dan Ma'juj adalah perkara ghaib yang wajib diimani
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa kisah Ya'juj dan Ma'juj adalah berita ghaib yang disampaikan oleh Allah dalam Al-Qur'an dan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits-hadits shahih. Kita wajib mengimani keberadaan mereka dan apa yang Allah kabarkan tentang mereka, meskipun kita tidak melihatnya sekarang.
Kedua: Kekuasaan Allah di atas segalanya
Dalam hadits ini, Ya'juj dan Ma'juj digambarkan menggali tembok setiap hari. Ketika mereka hampir berhasil menembusnya, mereka berkata, "Kembalilah, kita akan menggali lagi besok." Namun karena mereka tidak mengucapkan insya Allah, Allah mengembalikan tembok itu lebih kuat dari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa usaha manusia tidak akan berhasil tanpa kehendak Allah.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ketika mereka akhirnya mengucapkan insya Allah (jika Allah menghendaki), maka Allah mengizinkan mereka untuk menembus tembok tersebut. Ini adalah pelajaran tentang pentingnya berserah diri kepada Allah dan mengakui bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya.
Ketiga: Bencana yang ditimbulkan Ya'juj dan Ma'juj
Ketika mereka keluar, mereka akan melakukan kerusakan besar:
- Mereka mengeringkan air dan sumber-sumber kehidupan
- Manusia berlindung di benteng-benteng mereka
- Mereka memanah ke langit dan panah-panah itu kembali dengan berlumuran darah, sehingga mereka menyombongkan diri telah mengalahkan penduduk langit
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ini menunjukkan kebodohan dan kesombongan mereka. Mereka mengira darah yang menempel pada panah itu berasal dari penduduk langit, padahal itu adalah ujian dari Allah dan tipuan bagi mereka.
Keempat: Cara Allah membinasakan mereka
Allah membinasakan mereka dengan mengirimkan naghaf (ulat/cacing) di tengkuk mereka. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak membutuhkan kekuatan besar untuk membinasakan makhluk-Nya. Seekor ulat kecil saja sudah cukup untuk membinasakan kaum yang sangat kuat dan banyak jumlahnya.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa setelah mereka binasa, tubuh-tubuh mereka menjadi makanan bagi binatang-binatang bumi, sehingga binatang-binatang itu menjadi gemuk. Ini adalah bentuk penghinaan bagi mereka setelah sebelumnya mereka menyombongkan diri.
Kelima: Pelajaran tentang pentingnya mengucapkan Insya Allah
Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan pentingnya mengucapkan insya Allah ketika berencana melakukan sesuatu di masa depan, sebagaimana Allah perintahkan dalam Al-Qur'an:
وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ
"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,' kecuali (dengan mengucapkan): 'Insya Allah.'" (QS. Al-Kahfi [18]: 23-24)
Story Telling
Diriwayatkan dari Qatadah rahimahullah, salah seorang ulama tabi'in yang terkenal, bahwa ia berkata: "Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Ya'juj dan Ma'juj adalah dua umat dari keturunan Adam, dan mereka tidak akan binasa hingga salah seorang dari mereka melihat seribu orang dari belakangnya, semuanya dari keturunannya.'" (HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh Syeikh Al-Albani)
Kisah ini mengingatkan kita tentang dahsyatnya jumlah mereka. Namun meskipun demikian, Allah membinasakan mereka dengan makhluk yang sangat kecil. Ini mengajarkan kita bahwa kekuatan dan jumlah yang banyak tidak ada artinya di hadapan kekuasaan Allah.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Allah berfirman: 'Wahai Adam.' Adam menjawab: 'Labbaik wa sa'daik, segala kebaikan ada di tangan-Mu.' Allah berfirman: 'Keluarkanlah utusan neraka.' Adam bertanya: 'Apa itu utusan neraka?' Allah menjawab: 'Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan untuk neraka dan satu untuk surga.'" Para sahabat pun bersedih, lalu Rasulullah ﷺ bersabda: "Dari Ya'juj dan Ma'juj sembilan ratus sembilan puluh sembilan, dan dari kalian satu." (HR. Al-Bukhari, no. 6530)
Kesimpulan Praktis
- Wajib mengimani kisah Ya'juj dan Ma'juj sebagai bagian dari iman kepada perkara ghaib dan tanda-tanda hari kiamat.
- Biasakan mengucapkan Insya Allah ketika berencana melakukan sesuatu di masa depan, karena ini adalah ajaran Nabi ﷺ dan menunjukkan ketundukan kita kepada kehendak Allah.
- Jangan sombong dengan kekuatan atau jumlah, karena Allah bisa membinasakan siapa saja dengan cara apa saja, bahkan dengan makhluk yang sangat kecil.
- Bersiap menghadapi hari kiamat dengan memperbanyak amal shalih, karena tanda-tandanya semakin dekat.
- Ambil pelajaran dari kekuasaan Allah bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya, dan semua makhluk tunduk di bawah kehendak-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.