Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar dari Nabi ﷺ tentang tanda akhir zaman, yaitu ketika kebaikan dan orang-orang shalih akan diangkat (diwafatkan), sementara yang tersisa hanyalah orang-orang yang buruk. Ini adalah peringatan agar kita berlomba dalam kebaikan dan berpegang teguh pada agama, serta anjuran untuk tidak tertipu oleh kehidupan dunia yang fana. Jika seseorang berada di tengah kondisi yang sangat buruk dan tidak mampu berbuat baik, maka lebih baik baginya untuk diwafatkan dalam keadaan beriman daripada hidup dalam maksiat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Ibnu Majah No. 4038:
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan):
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ، - يَعْنِي مَوْلَى مُسَافِعٍ - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " لَتُنْتَقَوُنَّ كَمَا يُنْتَقَى التَّمْرُ مِنْ أَغْفَالِهِ فَلْيَذْهَبَنَّ خِيَارُكُمْ وَلَيَبْقَيَنَّ شِرَارُكُمْ فَمُوتُوا إِنِ اسْتَطَعْتُمْ "
Makna ringkas: "Kalian benar-benar akan dipilih (disaring) sebagaimana kurma yang baik dipisahkan dari yang buruk. Sungguh, orang-orang terbaik kalian akan pergi (diwafatkan) dan orang-orang terburuk kalian akan tetap tinggal. Maka matilah jika kalian mampu."
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dengan lafaz yang semakna. Beliau berkata: "Hadits ini hasan gharib."
Kaitan dengan ulama: Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab al-Fitan, Bab Syiddat az-Zaman. Para ulama seperti Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah membahasnya dalam Silsilah ash-Shahihah dan Shahih Ibnu Majah, dan beliau menilai hadits ini shahih (lihat Shahih Ibnu Majah, no. 4038).
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Makna "dipilih/disaring" (لَتُنْتَقَوُنَّ): Ini bermakna bahwa manusia akan diuji dan disaring. Orang-orang yang beriman dan istiqamah akan diwafatkan dalam keadaan baik, sementara orang-orang yang buruk akan dibiarkan hidup lebih lama. Ini bukan berarti kita boleh berdoa minta mati karena putus asa, tetapi ini adalah kabar tentang kondisi akhir zaman.
- Penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah – Beliau menjelaskan dalam Majmu' al-Fatawa bahwa di akhir zaman, ilmu dan ulama akan diangkat, lalu yang tersisa adalah kebodohan dan orang-orang yang tidak memahami agama. Ini sesuai dengan hadits ini: orang-orang pilihan (khayyir) akan pergi, dan yang buruk (syirar) akan tinggal.
- Penjelasan Imam al-Qurthubi dan ulama lainnya (dari kalangan yang meriwayatkan makna ini) – Mereka menafsirkan bahwa yang dimaksud "pergi" di sini adalah wafatnya orang-orang shalih, sehingga yang tersisa adalah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Kondisi ini terjadi menjelang hari kiamat, sebagaimana dalam hadits lain: "Tidak akan tiba hari kiamat melainkan yang tersisa adalah manusia yang paling buruk." (HR. Muslim).
- Makna "maka matilah jika kalian mampu" (فَمُوتُوا إِنِ اسْتَطَعْتُمْ): Ini adalah anjuran agar seorang mukmin yang berada di tengah kondisi buruk dan tidak mampu mengubah kemungkaran, lebih memilih kematian dalam keadaan iman daripada hidup dalam maksiat. Namun ini bukan perintah untuk bunuh diri (na'udzubillah), melainkan doa dan harapan agar diwafatkan dalam keadaan baik. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah bentuk istidraj (peringatan keras) tentang betapa buruknya kondisi tersebut.
- Pandangan Syaikh Abdurrahman as-Sa'di – Beliau menekankan bahwa hadits ini mengajarkan pentingnya berlomba dalam kebaikan sebelum datangnya masa yang penuh fitnah. Ketika fitnah merajalela dan kebenaran sulit ditegakkan, seorang mukmin hendaknya tetap berpegang pada agamanya dan tidak ikut larut dalam kerusakan.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu – perawi hadits ini – bahwa beliau sangat takut dengan masa di mana kebaikan hilang. Suatu ketika, beliau berjalan di pasar Madinah dan melihat orang-orang sibuk dengan jual beli, lalu beliau berkata: "Wahai penduduk Madinah, kalian sibuk dengan dunia, sementara Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bahwa orang-orang pilihan akan pergi dan yang tersisa hanyalah orang-orang yang buruk."
Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memahami makna hadits ini dan menjadikannya sebagai pengingat untuk tidak terlena dengan dunia. Mereka khawatir jika mereka termasuk orang-orang yang tertinggal dalam kebaikan.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak amal shalih selagi masih hidup, karena kita tidak tahu kapan kebaikan akan diangkat.
- Jangan tertipu oleh banyaknya orang yang bermaksiat – tetaplah berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah.
- Jauhkan diri dari doa minta mati karena putus asa, namun berdoalah agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
- Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk istiqamah di tengah zaman yang penuh fitnah.
- Perbanyak menuntut ilmu dan bergaul dengan orang-orang shalih, karena itu adalah tanda kebaikan seseorang.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.