Sunan Ibnu Majah · Kitab Fitnah · No. 3975

Bab Menahan Lidah dalam Fitnah

Shahih oleh Darussalam

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا خَالِي، يَعْلَى عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِي الشَّعْثَاءِ، قَالَ قِيلَ لاِبْنِ عُمَرَ إِنَّا نَدْخُلُ عَلَى أُمَرَائِنَا فَنَقُولُ الْقَوْلَ فَإِذَا خَرَجْنَا قُلْنَا غَيْرَهُ . قَالَ كُنَّا نَعُدُّ ذَلِكَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ ـ ﷺ ـ النِّفَاقَ .

haddatsana aliyyu ibnu muhammadin, haddatsana khali, yala ani alamasyi, an ibrahima, an abi assyatsai, qala qila libni umara inna nadkhulu ala umaraina fanaqulu alqawla faidza kharajna qulna ghayrahu. qala kunna nauddu dzalika ala ahdi rasuli allahi annifaqa.

Diriwayatkan bahwa Abu Sha’tha berkata: "Dikatakan kepada Ibn ‘Umar: 'Kami masuk kepada para penguasa kami dan mengatakan satu hal, dan ketika kami keluar kami mengatakan hal yang lain.' Dia berkata: 'Pada zaman Rasulullah ﷺ, kami menganggap itu sebagai kemunafikan.'"

Penjelasan