Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab penting bagi seorang muslim: jika mimpi buruk atau mimpi yang aneh dan menakutkan, itu bisa jadi permainan setan. Maka janganlah kita menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain, karena menceritakannya hanya akan membawa keresahan bagi diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk berlindung kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut dan tidak menghiraukannya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan) adalah:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ أَتَى النَّبِيَّ ـ ﷺ ـ رَجُلٌ وَهْوَ يَخْطُبُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ الْبَارِحَةَ فِيمَا يَرَى النَّائِمُ كَأَنَّ عُنُقِي ضُرِبَتْ وَسَقَطَ رَأْسِي فَاتَّبَعْتُهُ فَأَخَذْتُهُ فَأَعَدْتُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " إِذَا لَعِبَ الشَّيْطَانُ بِأَحَدِكُمْ فِي مَنَامِهِ فَلاَ يُحَدِّثَنَّ بِهِ النَّاسَ "
Makna ringkas: Seorang sahabat datang kepada Nabi ﷺ saat beliau berkhutbah, ia menceritakan mimpi anehnya (lehernya dipukul dan kepalanya jatuh, lalu ia mengambil dan mengembalikannya). Maka Nabi ﷺ bersabda: "Jika setan bermain-main dengan salah seorang dari kalian dalam mimpinya, maka janganlah ia menceritakannya kepada manusia."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (Kitab Al-Adab, Bab "Ru'yatil Mu'min"), dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu dengan lafaz yang semakna. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa mimpi yang berasal dari setan adalah mimpi buruk yang menakutkan, dan cara mengatasinya adalah dengan berlindung kepada Allah dan tidak menceritakannya.
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Fushshilat [41]: 36)
Ayat ini menunjukkan perintah untuk berlindung kepada Allah dari gangguan setan, termasuk gangguan dalam mimpi.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa mimpi itu ada tiga macam, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
"Mimpi itu ada tiga: mimpi yang baik dari Allah, mimpi yang menakutkan dari setan, dan mimpi dari bisikan jiwa seseorang."
Pemahaman Ulama tentang Hadits Ini:
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa mimpi yang berasal dari setan adalah mimpi yang menakutkan, mengerikan, atau mimpi yang tidak masuk akal dan membuat gelisah. Cara menghadapinya adalah dengan tidak menceritakannya, karena menceritakannya akan memberikan kesempatan kepada setan untuk terus mengganggu dan membuat hati semakin resah.
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih al-Bukhari) menjelaskan hikmah larangan menceritakan mimpi buruk: karena hal itu bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan, membuat orang lain ikut khawatir, dan bisa menjadi bahan pembicaraan yang tidak bermanfaat. Beliau juga menukil pendapat ulama bahwa menceritakan mimpi buruk bisa menyebabkan mimpi tersebut benar-benar terjadi atau semakin memperkuat efek negatifnya.
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa jika seseorang bermimpi buruk, maka disunnahkan untuk:
- Meludah ke kiri tiga kali (tanpa dahak yang keluar)
- Berlindung kepada Allah dari setan
- Berpindah posisi tidur (jika miring kanan, pindah ke kiri atau sebaliknya)
- Tidak menceritakan mimpi buruk tersebut kepada orang lain
- Jika masih gelisah, bangun dan berwudhu lalu shalat
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa mimpi yang aneh dan menakutkan adalah permainan setan untuk meresahkan hati manusia. Setan ingin membuat manusia sedih dan gelisah. Maka cara terbaik adalah mengabaikannya dan tidak menceritakannya, karena menceritakannya justru akan membuat setan senang dan semakin "bermain".
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa gangguan setan bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk dalam mimpi. Dan obatnya adalah berlindung kepada Allah, karena hanya Allah yang mampu melindungi hamba-Nya dari kejahatan setan.
Hikmah Larangan Menceritakan Mimpi Buruk:
- Menjaga hati dari rasa takut dan gelisah yang berkepanjangan
- Mencegah orang lain ikut merasa khawatir atau takut
- Tidak memberi kesempatan kepada setan untuk terus mengganggu
- Menjaga lisan dari pembicaraan yang tidak bermanfaat
- Mengajarkan tawakal kepada Allah dalam segala keadaan
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, ada seorang lelaki Badui (Arab pedalaman) yang datang kepada Nabi ﷺ ketika beliau sedang berkhutbah di mimbar. Lelaki itu berkata, "Wahai Rasulullah, semalam aku bermimpi seperti leherku dipukul dan kepalaku jatuh. Aku mengejarnya, mengambilnya, lalu mengembalikannya."
Nabi ﷺ tidak menjawab pertanyaan itu saat itu juga, karena beliau sedang berkhutbah. Setelah selesai khutbah, beliau bersabda kepada lelaki itu: "Jika setan bermain dengan salah seorang dari kalian dalam mimpinya, maka janganlah ia menceritakannya kepada manusia."
Dalam riwayat lain (disebutkan oleh Imam Muslim), Nabi ﷺ juga bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian menceritakan permainan setan dalam mimpinya kepada orang lain."
Hikmah dari kisah ini: Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk tidak mudah terpengaruh oleh mimpi buruk. Mimpi buruk hanyalah bisikan dan permainan setan yang ingin meresahkan hati. Orang yang beriman tidak perlu takut dengan mimpi buruk, karena mimpi itu tidak membawa pengaruh apa pun jika kita berlindung kepada Allah dan tidak menghiraukannya.
Kesimpulan Praktis
Beberapa hal yang bisa kita amalkan:
- Jika bermimpi buruk, jangan menceritakannya kepada orang lain. Cukup simpan sendiri dan jangan dihiraukan.
- Berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan dengan membaca ta'awudz (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ).
- Meludah ke kiri tiga kali (tanpa dahak yang keluar) sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Berpindah posisi tidur jika masih ingin tidur, atau bangun dan berwudhu serta shalat jika sudah tidak bisa tidur.
- Jangan menjadikan mimpi buruk sebagai sumber ketakutan atau firasat buruk. Mimpi buruk tidak membawa pengaruh apa pun jika kita tidak menghiraukannya.
- Perbanyak doa agar Allah melindungi kita dari gangguan setan, di antaranya doa sebelum tidur seperti membaca Ayat Kursi, Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), dan doa-doa tidur yang diajarkan Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.