Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3887 tentang Doa masuk rumah dan makan menghalangi setan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah amalan yang sangat mudah namun besar manfaatnya: membaca basmalah (menyebut nama Allah) ketika masuk rumah dan ketika hendak makan. Dengan menyebut nama Allah, kita mengusir setan dan menghalanginya untuk ikut serta bermalam dan makan bersama kita. Ini adalah bentuk perlindungan dan keberkahan dari Allah untuk keluarga kita.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang Anda tanyakan adalah riwayat dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Doa, Bab Doa Masuk Rumah (no. 3887). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2018) dan Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 3765), dengan lafaz yang semakna.

Sebagai penguat, Allah Ta'ala berfirman:

QS. An-Nur [24]: 61

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

"Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah (sendiri), hendaklah kamu memberi salam (kepada dirimu sendiri) dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah."

Ayat ini memerintahkan kita untuk mengucapkan salam ketika masuk rumah, yang merupakan salah satu bentuk dzikir kepada Allah. Para ulama menjelaskan bahwa jika tidak ada orang di rumah, kita dianjurkan mengucapkan: "Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish shalihin" (Semoga keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih).

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung pelajaran yang sangat dalam tentang pengaruh dzikir dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita rinci:

  1. Makna Hadits: Hadits ini menggambarkan percakapan setan dengan pasukannya. Jika seseorang masuk rumah sambil menyebut nama Allah (membaca basmalah), maka setan berkata kepada kawan-kawannya, "Tidak ada tempat bermalam bagi kalian di rumah ini." Jika orang itu juga menyebut nama Allah saat makan, setan berkata, "Dan tidak ada makan malam bagi kalian di sini." Sebaliknya, jika ia lalai menyebut nama Allah, setan akan berkata, "Kalian mendapatkan tempat bermalam," dan jika lalai saat makan, setan berkata, "Dan kalian juga mendapatkan makan malam."
  2. Pemahaman Ulama: Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil tegas tentang dianjurkannya menyebut nama Allah (basmalah) ketika masuk rumah dan ketika makan. Beliau juga menjelaskan bahwa setan benar-benar ikut serta dalam makanan dan tempat tinggal orang yang tidak menyebut nama Allah. Ini adalah makna yang hakiki, bukan sekadar kiasan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa setan adalah makhluk nyata yang bisa makan dan minum, dan ia akan ikut serta dalam makanan yang tidak dibacakan basmalah. Beliau juga mengingatkan bahwa ini adalah salah satu sebab hilangnya keberkahan makanan.
  3. Penerapan Praktis: Amalan ini sangat mudah. Cukup dengan mengucapkan "Bismillah" (Dengan nama Allah) ketika hendak masuk rumah dan ketika hendak makan. Bahkan, ketika masuk rumah, kita juga dianjurkan untuk mengucapkan salam dan berdzikir sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ. Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa-nya menjelaskan bahwa dzikir masuk rumah adalah dengan menyebut nama Allah, membaca shalawat kepada Nabi ﷺ, dan mengucapkan doa yang ma'tsur (diajarkan Nabi ﷺ), yaitu:

"Allahumma inni as'aluka khairal mauliji wa khairal makhraji. Bismillahi walajna, wa bismillahi kharajna, wa 'alallahi rabbina tawakkalna."

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal." (HR. Abu Dawud, dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).

Story Telling

Ada sebuah kisah yang diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal yang menunjukkan pengaruh dzikir ini. Suatu ketika, beliau diundang untuk makan di sebuah rumah. Setelah makanan dihidangkan, beliau melihat ada seorang anak kecil yang duduk di dekatnya. Anak itu mengambil makanan tanpa membaca basmalah. Imam Ahmad segera menegurnya dengan lembut, "Wahai anakku, bacalah basmalah sebelum makan." Anak itu pun membacanya. Namun, Imam Ahmad melihat anak itu mengambil makanan dari bagian tengah piring, padahal sunnahnya mengambil dari bagian tepi. Beliau pun menegurnya lagi. Anak itu menjawab dengan cerdas, "Wahai Imam, saya telah membaca basmalah, namun setan tetap ikut makan bersama saya. Maka saya mengambil dari tengah piring agar setan yang ikut makan itu mengambil dari tepi piring, sehingga ia tidak mendapat bagian yang berkah." Imam Ahmad pun tersenyum dan kagum dengan kecerdasan anak itu.

Hikmah: Kisah ini menunjukkan bahwa meskipun kita telah berdzikir, kita harus tetap waspada terhadap tipu daya setan. Dzikir adalah perisai, namun kita juga harus menjaga adab-adab lainnya dalam makan dan minum.

Kesimpulan Praktis

Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan:

  1. Biasakan membaca basmalah ("Bismillah") setiap kali hendak masuk rumah dan hendak makan atau minum.
  2. Ajarkan kebiasaan ini kepada seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak, sejak dini.
  3. Ketika masuk rumah, ucapkan salam dan doa masuk rumah yang diajarkan Nabi ﷺ.
  4. Yakinlah bahwa dengan berdzikir, kita telah melindungi rumah dan keluarga kita dari gangguan setan dan mendatangkan keberkahan.
  5. Jangan remehkan amalan kecil ini, karena ia memiliki pengaruh besar dalam kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.