Bab Siapa yang Senang dengan Pertanda dan Membenci Tanda Buruk
HR. Ibnu Majah no. 3538Shahih · Darussalam
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ سَلَمَةَ، عَنْ عِيسَى بْنِ عَاصِمٍ، عَنْ زِرٍّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " الطِّيَرَةُ شِرْكٌ وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ " .
Cara baca (latin)
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana wakiun, an sufyana, an salamaha, an isa ibni ashimin, an zirrin, an abdi allahi, qala qala rasulu allahi " atthiyarahu syirkun wama minna ila walakinna allaha yudzhibuhu biattawakkuli ".
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Sufyan, dari Salamah, dari Isa bin Asim, dari Zir, dari Abdullah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tanda buruk itu adalah syirik dan tidak ada di antara kita kecuali ada yang mengalaminya, tetapi Allah akan menghilangkannya dengan tawakkal."