Bab Orang yang Mati dalam Keadaan Ihram
Shahih oleh Darussalam
haddatsana aliyyu ibnu muhammadin, haddatsana wakiun, haddatsana sufyanu, an amriw ibni dinarin, an saidi ibni jubayrin, ani abni abbasin, anna rajulan, awqashathu rahilatuhu wahuwa muhrimun faqala annabiyyu " aghsiluhu bimain wasidrin wakaffinuhu fi tsawbayhi wala tukhammiru wajhahu wala rasahu fainnahu yubatsu yawma alqiyamahi mulabbiyan ". haddatsana aliyyu ibnu muhammadin, haddatsana wakiun, haddatsana syubahu, an abi bisyrin, an saidi ibni jubayrin, ani abni abbasin, mitslahu ila annahu qala aqashathu rahilatuhu. waqala " la tuqarribuhu thiban fainnahu yubatsu yawma alqiyamahi mulabbiyan ".
Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas bahwa seorang laki-laki lehernya patah oleh kendaraannya (karena jatuh) ketika ia dalam keadaan Ihram. Nabi ﷺ bersabda: “Mandikanlah dia dengan air dan daun sidr, dan kafanilah dia dengan dua pakaiannya, tetapi jangan tutup wajah dan kepalanya, karena dia akan dibangkitkan pada Hari Kebangkitan dalam keadaan mengucapkan Talbiyah.” Dalam riwayat lain dilaporkan hal yang sama kecuali kata kerja yang digunakan berbeda untuk patahnya leher dan beliau berkata: “Jangan dekati dia dengan parfum, karena dia akan dibangkitkan pada Hari Kebangkitan dalam keadaan mengucapkan Talbiyah.”